Breaking News:

Realisasi Penyaluran KUR di Bangka Belitung Capai Rp 345,10 Miliar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatera Bagian Selatan melaksanakan rapat kerja dengan Anggota DPD RI Bangka Belitung, Darmansyah Husein.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Rusaidah
Istimewa/OJK
OJK Regional 7 Sumatera Bagian Selatan rapat kerja dengan Anggota DPD RI Babel, Kamis (6/8/ 2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatera Bagian Selatan melaksanakan rapat kerja dengan Anggota DPD RI Bangka Belitung, Darmansyah Husein mengenai perkembangan kondisi perekonomian di wilayah Provinsi Bangka Belitung melalui video cenference, Kamis (6/8/ 2020).

Kepala OJK Regional 7 Sumatera Bagian Selatan, Untung Nugroho menyampaikan bahwa sampai dengan posisi Mei 2020, kinerja perbankan Provinsi Bangka Belitung untuk total aset perbankan mengalami penurunan sebesar -0,09% (yoy) dan begitu juga dengan kredit/pembiayaan mengalami penurunan sebesar -14,63%, sedangkan untuk Dana Pihak Ketiga capaiannya berbanding terbalik, meningkat sebesar 1,52% (yoy).

"Untuk kinerja Pasar Modal di provinsi Bangka Belitung per Mei 2020, tercatat sudah terdapat 12.029 investor dengan nilai transaksi saham sebesar Rp 270,2 miliar dan penjualan Reksa Dana sebesar Rp 9,32 miliar," kata Nugroho dalam rilis, Jumat (7/8/2020).

Lebih lanjut, ia menerangkan adapun dari sisi perlindungan konsumen, OJK KR 7 Sumbagsel telah menerima beberapa pengaduan dari masyarakat di Provinsi Bangka Belitung, baik secara langsung maupun tidak langsung dan telah diproses sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Dalam merealisasikan kebijakan Pemerintah terkait kebijakan restrukturisasi kredit/ pembiayaan, Untung Nugroho juga melaporkan bahwa per Juli 2020 di wilayah Provinsi Bangka Belitung telah direalisasikan restrukturisasi kredit/ pembiayaan kepada 17.776 debitur perbankan dengan nilai Rp 1,752.51 miliar dan kepada 36.062 debitur perusahaan pembiayaan dengan nilaiRp 940.92 miliar.

Menanggapi kondisi dan perkembangan ekonomi di Provinsi Bangka Belitung tersebut, Darmansyah Husein memberikan respon positif dan berharap ada peningkatan kembali di periode semester II.

"Berkenaan dengan salah satu kebijakan Pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional terkait penyaluran Kredit Usaha Rakyat kepada masyarakat di Bangka Belitung, khususnya untuk para pelaku UMKM di beberapa sektor usaha yang terdampak Covid-19," kata Darmansyah Husein.

Ia berharap tinggi agar penyaluran KUR dapat dimaksimalkan. Hal ini tentunya akan sangat membantu masyarakat dan pelaku UMKM yang terdampak dalam bertahan dan memulai kembali kegiatan usahanya.

Sebagai informasi, per Juli 2020, Perbankan di Provinsi Bangka Belitung telah menyalurkan Kredit kepada UMKM sebanyak 53.953 rekening dengan nilai mencapai Rp 4,87 triliun.

Khusus untuk penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di di Provinsi Bangka Belitung, sampai dengan April 2020, telah tersalurkan sebesar Rp 238,25 miliar kepada KUR Mikro dan sebesar Rp 106,85 miliar kepada KUR Kecil (Retail), maka bila ditotalkan sebesar Rp 345,10 miliar. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved