Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Disperindag Bentuk Tim Koordinasi Percepatan Ekspor untuk Pemulihan Ekonomi Bangka Belitung

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung saat ini sedang giatnya melaksanakan ekspor berbagai barang komoditi seperti, lada, lidi nipah.

Bangkapos.com/Riki Pratama
Gubernur Babel Erzaldi Rosman, bersama unsur forkopimda Babel melakukan pelepasan ekspor cangkang sawit di pelabuhan Pelabuhan Tanjung Gudang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, pada Kamis (6/8/2020). 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pemerintah Provinsi Bangka Belitung saat ini sedang giatnya melaksanakan ekspor berbagai barang komoditi seperti, lada, lidi nipah hingga cangkang kelapa sawit ke luar Negeri melalui pelabuhan yang ada di Babel.

Ekspor dilaksanakan sebagai tujuan untuk memulihkan perekonomian di Babel karena dampak Pandemi Covid-19 yang telah menimbulkan dampak menurunkan pertumbuhan perekonomian dari 4,50 menjadi 1,65 persen.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Deki Susanto, mengatakan untuk melakukan pemulihan ekonomi Pemprov Babel berupaya membentuk tim koordinasi percepatan ekspor komoditi daerah.

"Dibentuk tim itu dalam rangka membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional melalui percepatan pemulihan ekonomi Babel. Diharapkan, nantinya dapat membantu memperkuat ekspor komoditi unggulan daerah di antaranya ekspor lada, cangkang sawit, lidi nipah, karet, manggis, durian, ikan, udang vaname dan sawit, produk UKM dan IKM dan semua yang berpotensi ekspor," jelas Deki Susanto kepada Bangkapos.com, Minggu (9/8/2020).

Menurut Deki, dengan adanya tim koordinasi dan percepatan ekspor komoditi unggulan daerah, akan bekerja sesuai fokus pada berberapa hal.

"Seperti diantaranya pengembangan dan pembinaan komoditi unggulan daerah, pemasaran dan promosi ekspor, pembiayaan ekspor, standarisasi dan sertifikasi produk unggulan daerah, kepabeanan dan logistik serta transportasi," kata Deki.

Selain itu, dalam tim koordinasi Percepatan Ekspor Komoditi Daerah Babel ini, Pemerintah Provinsi Babel melibatkan pihak-pihak terkit diantaranya Staf khusus Dinas Perhubungan Provinsi, Biro Ekonomi Pembangunan, Beacukai, dan Pelindo.

"Semua dilibatkan untuk bersama melakukan koordinasi sekaligus melihat permasalahan baik kekuatan dan kendala- kendala ekspor melalui Pelabuhan di Bangka Belitung agar mempermudah serta mendorong warga melakukan ekspor. Kita berharap dengan adanya tim ini segala ekspor komoditi unggulan daerah Babel, dapat dilakukan di Babel, maka devisa ekspor hasilnya nanti masuk ke Babel,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah dan unsur Forkopimda Babel telah melepas secara langsung ekspor perdana cangkang sawit sebanyak 10.000 ton ke Jepang senilai  Rp 11 miliar, pada Sabtu (8/8/2020)

Pelepasan ekspor cangkang sawit tersebut dilaksanakan di halaman PT Bangka Asindo Agri (BAA) Kenanga Kabupaten Bangka.

Usai melepas ekspor, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan limbah cangkang sawit mulai hari ini sudah menjadi barang ekspor, sehingga tidak ada lagi yang terbuat percuma dari sawit.

Menurutnya, hal itu terjadi berkat kerja sama masyarakat Bangka Belitung dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung beserta jajarannya dengan dukungan dari Kapolda dan Danrem Babel. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved