Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Jelang Sekolah Tatap Muka, Ketua PGRI Bangka Belitung: Kita Semua Harus Bersinergi

Dia berharap, sekolah segera mempersiapkan diri sesuai dengan keputusan bersama yang baru.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Ketua PGRI Bangka Belitung, Dra SR Kunlistiani 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bangka Belitung, Kunlistiani, menanggapi rencana sekolah di zona kuning di Bangka Belitung yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah secara bertahap.

Menurut Kunlistiani, bagi sekolah, apa yang menjadi ketentuan akan menyesuaikan.

"Kita semua harus bersinergi. Tanggung jawab membuka kembali (kegiatan belajar mengajar) tatap muka harus disadari menjadi tanggung jawab bersama," katanya kepada bangkapos.com, Minggu (9/8/2020).

Dia berharap, sekolah segera mempersiapkan diri sesuai dengan keputusan bersama yang baru.

Selain itu, segera mengadakan rapat dengan orang tua untuk sama-sama mempelajari dan memahami persyaratan dan aturan yang harus dipatuhi agar nantinya pelaksanaan sekolah tatap muka dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.

"Sebenarnya pemberlakuan tatap muka ini pasti sudah ditunggu tunggu oleh orang tua, siswa, dan sekolah. Semoga saja zona merah, oranye, dan kuning akan segera ke hijau," ujar Kunlistiani.

Ia menyebutkan, pihak sekolah sebenarnya sudah mempersiapkan kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Pihak sekolah juga sudah mengirim surat ke gugus (satgas) mulai dari kecamatan, kota, dan provinsi.

"Saat ini, sekolah tinggal menunggu jawaban apakah sudah diperbolehkan atau belum. Sekolah juga sudah mempersiapkan sarana yang diperlukan untuk pemenuhan standar protokol kesehatan yang dipersyaratkan," tutur Kunlistiani

Dia menambahkan, sekolah juga telah mengirim form untuk diisi oleh orang tua yang mengizinkan putra putrinya yang boleh belajar tatap muka di sekolah.

"Sekolah mendata guru yang rentan terhadap penularan virus corona ini. Diperbolehkan sekolah untuk melaksanakan tatap muka menjadikan sekolah, guru-guru, dan siswa bergairah kembali," katanya.

Lebih lanjut, Kunlistiani berharap, pihak sekolah bersama orang tua/wali siswa bersinergi mempersiapkan kegiatan belajar mengajar tatap muka tersebut.

"Karena hal yang mungkin paling sulit atau susah adalah ketika sekian lama tidak bertemu secara fisik, maka jaga jarak akan memerlukan pengawasan yang ketat, disiplin tinggi sangat diperlukan, pengendalian diri harus tetap terjaga," ujarnya.

Terkait kerumunan dan berkumpulnya anak-anak yang sudah lama tidak bertemu, menurut Kunlistiani, akan menjadi perhatian dan pengawasan nantinya.

"Mari kita semua menaati protokol kesehatan untuk mencegah atau memutus rantai penyebaran virus corona ini. Bersama kita bisa," ucapnya. (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: suhendri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved