Kamis, 9 April 2026

DPRD Babel Setuju Belajar Tatap Muka di Sekolah Tingkat SMA/SMK Dibuka

Amri Cahyadi menyampaikan bahwa DPRD telah menyetujui terkait akan dibukanya sekolah tingkat SMA/SMK di Babel

Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
Bangkapos/Riki
Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung telah melakukan rapat dengar pendapat dengan para kepala OPD, pada Senin (10/8/2020) di kantor DPRD Babel, berkaitan dengan rencana akan dibukanya proses belajar mengajar tatap muka di sekolah. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Terkait rencana akan dibukanya proses belajar mengajar tatap muka di sekolah, Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung telah melakukan rapat dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan dan unsur terlibat lainnya, pada Senin (10/8/2020) di kantor DPRD Babel.

Dalam rapat tersebut para anggota DPRD menyampaikan pendapat terkait kondisi Babel, apakah siap melaksanakan belajar tatap muka.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Amri Cahyadi menyampaikan bahwa DPRD telah menyetujui terkait akan dibukanya sekolah tingkat SMA/SMK di Babel, dengan catatan semua sekolah telah memiliki persiapan terutama dalam pelaksanan protokol kesehatan Covid-19.

"Secara prinsip seluruhnya tidak jadi soal untuk membuka dengan catatan pastikan kesiapan sekolah. DPRD mendukung dibukanya kembali tatap muka di sekolah untuk tingkat menengah di Kabupaten/Kota, minta dikaji silakan memberikan rekomendasi ke Kabupaten/Kota," ujar Amri Cahyadi dalam rapat dengar pendapat di ruang Banmus DPRD Babel, Senin (10/8/2020).

Selain itu, Amri mengatakan bahwa aturan hukum terkait akan membuka Sekolah juga tertuang dalam surat keputusan bersama empat menteri, terkait sekolah yang masuk dalam zona kuning dipersilahkan melaksanan tatap muka di sekolah dengan bertahap.

"Secara prinsip setuju dibuka dan aturan hukum sudah jelas ada keputusan menteri untuk wilayah hijau dan kuning dibuka itu dasar, hari ini saya rasa putuskan menyetujui agar sistem di Babel khususnya untuk sekolah menengah, sesuai dengan lingkungan kewenangan provinsi, dan tugas dinas pendidikan melakukan persiapan secara keseluruhan," harapnya.

Diungkapkannya, bukan hanya kesiapan dari prasarana, termasuk infrastruktur dan hal lainya perlu dilakukan oleh pihak Sekolah dan Dinas pendidikan, bersama dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Covid.

"Termasuk kesiapan anggaran dilaporkan oleh pimpinan dewan dan pimpinan TAPD, teknis diberikan ke Dinas Pendidikan, tolong kita satu bahasa dan nanti kita lakukan evaluasi penting pada saat dibuka dan terjadi sesuatu kita harus siap semua fasilitas kesehatan dan fasilitas semuanya," harapnya. (Bangkapos/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved