Breaking News:

Pilkada Serentak 2020, Ibrahim Bicara Terkait Geser Isu dan Media Kampanye

Ibrahim mengungkapkan daerah-daerah di Babel memberi pembacaan yang unik atas peluang incumbent dalam setiap perhelatan.

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pengamat Politik sekaligus Dosen Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung, Ibrahim mengungkapkan daerah-daerah di Babel memberi pembacaan yang unik atas peluang incumbent dalam setiap perhelatan.

"Tidak ada kondisi teoritik yang mapan untuk menjelaskan kondisi ini karena kecenderungan muncul fleksibilitas situasi. Lazim di kita bupati kalah, lalu menang lagi, sebaliknya juga. Artinya, pemilih di Bangka Belitung bukanlah pemilih statis, banyak hal yang bisa menggeser pilihan mereka," ujar Ibrahim, Selasa (11/8/2020).

Menurutnya, kepiawaian incumbent dalam memanfaatkan sumber daya menjadi kata kunci.

Kepiawaian itu tidak selalu nampak di permukaan, bisa saja gerakan yang dibangun terlembaga dengan baik tanpa heboh-heboh.

Sebaliknya, incumbent akan kehilangan pesona manakala gagal membangun citra keberhasilan.

"Yang perlu dipikirkan sekarang adalah bagaimana menggeser konten dan isu kampanye menjadi lebih kontekstual dengan media yang juga berbeda. Media harus aksesibel bagi sebanyak mungkin kalangan, dan media sosial adalah wahana yang tepat. Penggunaan facebook, IG, dan Youtube akan jadi media efektif yang mudah dibagi dan ditautkan. Maka timses harus lebih cerdik membangun citra ketimbang mobilisasi isu kebencian atau tandingan pada lawan," jelas Ibrahim.

Meski demikian, ia tidak sepakat jika citra yang dibangun adalah citra dadakan dan kamuflatif.

"Prinsipnya, beritakan apa yang anda lakukan, informasikan yang anda kerjakan. Citra agamis tiba-tiba, rajin tiba-tiba, santun tiba-tiba, sederhana tiba-tiba adalah lelakon pencitraan yang merusak demokrasi," tutur Ibrahim.

Kontestasinya mesti dipikirkan berjalan natural agar tidak menjadi citra tiba-tiba yang tipu-tipu, tapi menyampaikan gagasan dan pandangan adalah persoalan penting sebagai bagian dan proses komunikasi publik.

"Semoga pemilih cerdas menimbang dan kandidat bijak membujuk," kata Ibrahim. (*)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Rusaidah
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved