Tinggal Hitungan Hari, Perayaan Tahun Baru Islam 1442 H, Ini 3 Amalan dan Pahala yang Diterima

Tinggal Hitungan Hari, Perayaan Tahun Baru Islam 1442 H, Ini 3 Amalan dan Pahala yang Diterima

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Tribunnews.com
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah 

BANGKAPOS.COM --Usai merayakan Idul Adha, umat Islam akan menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H.

Menurut kalender Masehi, 1 Muharram 1442 H jatuh pada, Kamis (20/8/2020).

Ini artinya, tinggal hitungan hari lagi umat Islam merayakan suka cita pergantian tahun.

Saat tahun berganti, umat Islam pun memasuki bulan Muharram yang dikenal sebagai ladang mencari pahala.

Bersama bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Rajab Mudhar, Muharram menjadi bulan yang dihormati sepanjang tahun Hijriyah.

Ada beberapa amalan yang dapat dilakukan umat Islam selama bulan yang diharamkan Allah SWT untuk berperang ini.

Apa sajakah itu?

Dikutip dari TribunTravel.com berikut amalan yang dapat dilakukan di bulan Muharram agar dapat meraih pahala dari Allah SWT.

1. Berpuasa Sunah Asyura

Selain Ramadan, puasa yang paling utama adalah saat bulan Muharam.

Ini sesuai dengan hadits berikut:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (H.R. Muslim (11630) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallohu anhu).

Sedangkan anjuran untuk puasa sunah Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram adalah sebagai berikut:

”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

Bila ingin melaksanakan, niat puasa sunah Asyura adalah:

نَوَيْتُ صَوْم عشرسُنَّة لله تَعَالى

“Nawaitu sauma Asyuro sunnatal lillahita’ala”

Artinya: Saya niat puasa hari asyura, sunnah karena Allah ta’ala.

2. Berpuasa Sunah Tasu'a

Puasa sunah Tasu'a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharam.

Ini berdasarkan pada hadits Nabi berikut:

وعن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُما قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم: ((لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata : ” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan” (HR. Muslim).

Namun belum sampai di bulan Muharram tahun berikutnya, ternyata Rasulullah sudah meninggal dunia.

Adapun niat puasa sunah Tasu'a adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْم تَاسُعَاء سُنَّة لله تَعَالى

“Nawaitu sauma tasu’a sunnatal lillahita’ala”

Artinya: Saya niat puasa hari tasu’a, sunnah karena Allah ta’ala.

3. Menyantuni Anak Yatim

Menyantuni anak yatim memang tak perlu menunggu bulan Muharram.

Namun bila dilakukan di hari Asyuro (10 Muharam), maka Allah akan mengangkat derajatnya.

“Siapa yang mengusapkan tangannya pada kepala anak yatim, di hari Asyuro’ (tanggal 10 Muharram), maka Allah akan mengangkat derajatnya, dengan setiap helai rambut yang diusap satu derajat.”

“Saya dan orang yang menanggung hidup anak yatim seperti dua jari ini ketika di surga.” Beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, dan beliau memisahkannya sedikit.” (HR. Bukhari no. 5304).(*)

 

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved