Virus Corona di Bangka Belitung
Dua Anggota DPRD Belitung Terinfeksi Covid-19 Dinyatakan Sembuh, Setelah Dikarantina Selama 10 Hari
Dua orang anggota DPRD Kabupaten Belitung yang terinfeksi Covid-19, Rabu (12/8/2020) sudah dinyatakan sembuh dan dipulangkan.
BANGKAPOS.COM,BANGKA--Dua orang anggota DPRD Kabupaten Belitung yang terinfeksi Covid-19, Rabu (12/8/2020) sudah dinyatakan sembuh dan dipulangkan setelah menjalani isolasi mandiri di karantina sanggar kegiatan belajar (SKB) di Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan selama 10 hari.
Sedangkan satu anggota DPRD Belitung yang sempat dinyatakan terinfeksi corona masih menjalani isolasi di Pangkalpinang.
Kedua Anggota DPRD Belitung yang dipulangkan tidak mengalami gejala apapun selama isolasi di SKB Belitung.
Kepulangan mereka itu ke rumah masing-masing, bukan tidak perlu lagi menjalani isolasi mandiri.
Kedua wakil rakyat itu disarankan untuk melakukan isolasi di rumah terlebih dahulu, selama empat hari ke depan, agar hitungan 14 hari, orang tanpa gejala tersebut betul-betul terbebas dari virus corona.
"Jadi kami sarankan, pulang kerumah jangan langsung kemana-mana, tapi isolasi mandiri lagi selama empat hari kedepan, agar betul-betul masa inkubasi virus ini, habis," ungkap Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) kepada Posbelitung.co, Rabu (12/8).
Sebelumnya tiga orang anggota DPRD yaitu, Syamsir, Indrianto dan Junaidi Derani terinfeksi Covid-19. Khusus untuk Junaidi Derani, menjalani karantina di Pangkalpinang saat melakukan dinas luar ke Pangkalpinang. Namun dia juga akan segera kembali ke Belitung karena hasil swabnya dinyatakan negatif.
Kesembuhan dua anggota DPRD Belitung tersebut diperkuat dengan, surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung.
Khusus untuk Indrianto dan Syamsir, untuk kepulangannya, dilepas langsung oleh Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) di pusat karantina isolasi mandiri Belitung, yaitu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
"Karena mereka sudah 10 hari ikuti isolasi, jadi sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan untuk pak JD (Junaidi Derani) juga sembuh dan hari ini dipulangkan ke Belitung," ungkap Sanem.
Pelepasan anggota DPRD yang sembuh dari Covid-19 itu, bersamaan dengan dua orang pasien yang semula terpapar covid-19 di Belitung, yaitu dua lelaki berinisial AB dan PS, lantaran sudah melakukan isolasi selama 10 hari.
"Tapi kesembuhan ini, bukan berarti tidak bisa tertular lagi nanti, maka dari itu tetap harus menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari," bebernya.
Tinggal Satu Pasien Positif Covid-19
Setelah empat orang positif covid-19 di Kabupaten Belitung, dipulangkan dari pusat karantina SKB, kini untuk pasien terpapar covid-19, tinggal satu orang. Satu orang pasien itu, terhitung baru 4 hari menjalani isolasi mandiri di SKB. Apabila tidak ada penambahan pasien kembali, maka untuk kasua covid-19 di Belitung akan memasuki zona hijau.
"Alhamdulillah juga satu orang itu tanpa gejala, sekarang baru 4 hari menjalani isolasi, tinggal 6 hari lagi. Dia harus 10 hari melakukan isolasi, baru bisa dipulangkan," ujarnya.
Ia sangat berharap, untuk enam hari kedepan pasien ini bisa dipulangkan, namun dengan syarat orang tanpa gejala (OTG).
"Ya mudah-mudahan tidak ada lagi setelah ini, tapi walaupun tidak ada lagi, tetap harus waspada," ucapnya.
Sebab, kata dia, untuk urusan virus corona itu, Pemerintah Kabupaten Belitung tetap akan terus menerus melakukan pencegahan atau antisipasi.
"Selama covid-19 ini masih ada di dunia, antisipasi akan terus, berakhirnya juga tidak tau kapan, jadi kita harus hidup berdampingan denganCcovid-19. Protokol kesehatan akan terus dilakukan, karena penyebarannya belum berubah, masih melalui kontak dari satu orang ke orang lain," harap Sanem.
Setelah empat orang positif covid-19 di Kabupaten Belitung, Rabu (12/8/2020) dipulangkan dari pusat karantina Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, kini untuk pasien terpapar Covid-19, tinggal satu orang.
Satu orang pasien itu, terhitung baru 4 hari menjalani isolasi mandiri di SKB. Apabila tidak ada penambahan pasien kembali, maka untuk kasus Covid-19 di Belitung akan memasuki zona hijau.
"Alhamdulillah juga satu orang itu tanpa gejala, sekarang baru 4 hari menjalani isolasi, tinggal 6 hari lagi. Dia harus 10 hari melakukan isolasi, baru bisa dipulangkan," ungkap Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) kepada Posbelitung.co, Rabu (12/8/2020).
Ia sangat berharap, untuk enam hari ke depan pasien ini bisa dipulangkan, namun dengan syarat orang tanpa gejala (OTG).
"Ya mudah-mudahan tidak ada lagi setelah ini, tapi walaupun tidak ada lagi, tetap harus waspada," ucapnya.
Menurut Sanem, untuk urusan virus corona itu, Pemerintah Kabupaten Belitung tetap akan terus menerus melakukan pencegahan atau antisipasi.
"Selama Covid-19 ini masih ada di dunia, antisipasi akan terus, berakhir nya juga tidak tau kapan, jadi kita harus hidup berdampingan dengan covid-19. Protokol kesehatan akan terus dilakukan, karena penyebaran nya belum berubah, masih melalui kontak dari satu orang ke orang lain," ungkap Sanem.
Ini Saran Ketua DPRD Beltim
Ketua DPRD kabupaten Belitung Timur, Fezzi Uktolseja menyarankan agar Pemerintah kabupaten Belitung Timur memiliki tempat isolasi pasien Covid-19.
Kondisi mengingat saat ini kebanyakan kasus yang ditemukan orang tanpa gejala (OTG).
"Tren corona sekarang kebanyak Orang Tanpa Gejala (OTG), kalau OTG itu harus isolasi nah sekarang ruang isolasinya dimana? Mumpung sekarang kita sudah zero, sekaranglah waktu bersiap, yang sudah-sudah di Beltim ini ributnya pas ada kasus positif, harusnya ribut itu pas zero jadi kalau ada yang terkena sudah siap ruang isolasi," saran Fezzi kepada Posbelitung, Rabu (12/8/2020).
Menurutnya, saat ini ruang isolasi hanya di kecamatan hanya disiapkan satu lokasi, dirumah dinas kantor camat, dia berpendapat kasus Covid-19 ini biasanya berkaitan.
Dia mengakui, saat ini memang tidak bisa memasuki arus masyarakat masuk, dalam artian tidak menutup kemungkinan akan ada kasus baru.
"Tadi saya sampaikan, Beltim memiliki beberapa rumah Dinas kosong dapat dipakai dan beberapa hotel kosong yang dapat disewa oleh pemkab, ibaratnya dipersiapkan jadi pas sudah kejadian, lebih midah mengontrolnya," ujarnya.
Terkait isolasi mandiri, Fezzi menggakui memang bisa dilakukan kendati demikian sudut pandang masyarakat yang beragam, sehingga menimbulkan potesi keresahan di masyarakat.
"Memang bisa isolasi mandiri tetapi berpotensi meresahkan masyarakat. Yang sudah-sudah masyarakat resah dan heboh. Kenapa tidak di persiapkan dari sekarang," tegas Fezzi.
(Posbelitung.co/Disa Aryandi/Suharli)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sanem-pasien-covid-b.jpg)