Zaidan Beberkan Tata Kelola yang Kurang Optimal Penyebab Turunnya Harga Lada
Ketua TP4L Babel, Kombes Pol (Purn) Dr Zaidan mengatakan lada atau sahang Bangka Belitung yang dikenal dengan Muntok White Pepper.
Penulis: Sela Agustika |
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua TP4L Babel, Kombes Pol (Purn) Dr Zaidan mengatakan lada atau sahang Bangka Belitung yang dikenal dengan Muntok White Pepper (Lada Putih Muntok) telah memiliki Indeks Geografis.
"IG ini telah kita terima pada tahun 2010 yang mana dengan adanya IG ini menjadi identitas produk asli lada Bangka yang akan mencerminkan kualitas barang," ungkapnya pada Dialog Ruang Tengah Redaksi Bangka Pos, Rabu (12/8/2020).
Dia menyebutkan berdasarkan hasil penemuan yang dilakukan oleh pihaknya ada beberapa variabel yang menyebabkan lada ini mengalami penurunan, diantarnya tata kelola dan adanya kedzaliman oleh pihak terkait yang menggunakan IG Muntok White Pepper.
"Setelah kita awasi selain tata kelola yang kurang optimal, disini kita lihat bahwa IG ini digunakan oleh orang lain di beberapa daerah, tetapi saya yakin secara signifikan ini tidak akan mempengaruhi harga lada kita," ujarnya.
Mengingat hal tersebut, saat ini pihaknya mengidentifikasi permasalahan yang ada sehingga harus merevisi buku putih IG dengan dua faktor yaitu kepengurusan dan menyesuaikan dengan kondisi sekarang.
"Berapa bulan yang lalu kita sudah menyerahkan revisi buku putih IG ke Pusat dan setelah disetujui nanti kita akan mengambil langkah-langkah. Yang mana para oknum yang terlibat dalam penggunaan IG termasuk yang ada di luar negeri harus digugat dan kedepannya kita juga akan mendaftarkan IG ke luar negeri," kata Zaidan.
"Sementara itu, berdasarkan kebijakan Gubernur saat ini sistem pengeluaran lada harus melalui IG, dan kedepannya ekspor lada juga hanya bisa melalui dua jalur yaitu di Bangka dan Belitung," tambahnya.
Dia menyebutkan ada beberapa stakeholder yang berperan dalam tata kelola lada ini yaitu kantor pemasaran bersama, BP3L, koperasi dan dewan rempah.
"Tentunya sistem tata kelola lada atau stakeholder ini berperan penting, apabila sistem tata kelola baik maka saya yakin lada ini bisa naik dengan harga yang tinggi," pungkasnya.
Untuk menjamin kualitas lada, maka pihaknya bekerja sama dengan dinas terkait membentuk petani millenial di setiap desa dimana para petani ini akan diberikan pembekalan.
"Kita akan gerakkan tim penyuluh untuk bekerja sama dengan dinas pertanian untuk memberikan semangat kepada petani atau masyarakat bagaimana cara berkebun lada yang baik dengan memberi percontohan kebun di Namang untuk meningkatlan semangat seolah-olah mereka ini petani modern," tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ketua-tp4l-babel-dr-zaidan-saat-dialog-ruang-tengah-redaksi-bangka-pos-rabu-1182020.jpg)