Breaking News:

Ikan Cupang Hasil Budidaya Ikbal Tembus Pasar Amerika dan Eropa (VIDEO)

Saat ini cupang-cupang hias hasil pijahannya sudah menembus pasar dunia, mulai dari Benua Asia sampai dengan pasar di Benua Eropa, dan Amerika.

BANGKAPOS.COM - Warnanya yang cerah indah mempesona dan geraknya yang lincah indah dipandang mata, menjadi daya tarik tersendiri bagi ikan hias jenis cupang bagi para penggemarnya.

Di Kelurahan Padang Baru, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) terdapat tempat budidaya ikan cupang yang bernama Aisy Betta yang dikelola oleh Ikbal, yang merupakan alumni dari Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Selain karena memang memiliki ilmu di bidang perikanan, Ikbal awal mula ia memilih untuk membudidayakan ikan cupang dikarenakan pemeliharaannya yang relatif murah dikarenakan cupang bisa bertahan hidup tanpa filter dan aerator dan bisa dibudidayakan di lahan yang sempit.

"Kalau misalkan saya mau coba budidaya ikan hias misalnya jenis koi kan pemeliharaannya cukup mahal, karena butuh filter jadi harus ada biaya listriknya, terus juga butuh lahan yang luas," ujar Ikbal.

Dari puluhan jenis ikan cupang, Ikbal mengatakan bahwa ia lebih jatuh hati kepada cupang jenis dumbo ear atau yang juga dikenal dengan cupang kuping gajah, dikarenakan cupang ini memiliki sirip telinga yang lebih lebar dari cupang pada umumnya sehingga apabila berenang santai cupang ini terlihat sangat cantik bak peragawati yang tengah berlenggak-lenggok di atas catwalk.

Awal mencoba memijah, Ikbal mengatakan dirinya baru berani membeli indukan yang murah, namun saat kemampuannya semakin matang dan dengan jam terbang yang lebih tinggi, akhirnya Ikbal memberanikan diri membeli indukan yang memiliki kualitas nomor wahid, yang mana satu pasang indukan cupang tersebut bisa memiliki harga sampai dengan Rp 2 juta.

Saat ini cupang-cupang hias hasil pijahannya sudah menembus pasar dunia, mulai dari Benua Asia sampai dengan pasar di Benua Eropa, dan Amerika.

Untuk harga, Ikbal mengatakan ada perbedaan untuk pasar domestik atau lokal dan pasar dunia, kalau di pasar domestik Ikbal rata-rata menjual ikan cupang miliknya Rp 100-350 ribu per ekor, namun untuk pasaran dunia harganya bisa meningkat berkali-kali lipat yakni dikisaran harga USD 70-100 per ekornya, tak heran jika ia mendapatkan omzet cukup menggiurkan yakni mulai dari Rp 10-40 juta per bulannya.

Dikatakannya bahwa memelihara cupang sebenarnya tidak terlalu sulit, setidaknya yang terpenting cukup pantau kualitas air yang mana pergantian air sebaiknya satu minggu sekali dan menjaga kualitas makanan cupang.

(Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Tomi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved