Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Jumli Sebut Berkumpul di Warung Kopi Jadi Tren, Isi dengan Hal Positif dan Jaga Ketertiban

Jumli Jamaludin menyarankan berkumpul di warung kopi bagi kaula muda harus diisi dengan hal-hal yang positif

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Tribunnews/JEPRIMA
Ilustrasi biji kopi 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pemerhati Kebijakan Publik sekaligus Ketua Lembaga Partisipasi Pengawas dan Pemerhati Pelayanan Publik Bangka Belitung (LP5 Babel), Jumli Jamaludin menyarankan
berkumpul di warung kopi bagi kaula muda harus diisi dengan hal-hal yang positif serta harus tetap bisa menjaga ketertiban dan keamanan yang kondusif.

"Menjamurnya warung kopi (warkop) atau coffee shop tradisional yg berkonsep sederhana di Kota Pangkalpinang saat ini, ini menunjukkan minum kopi sudah menjadi salah satu tren di masyarakat,"

"Tren ini menjadi semacam gaya hidup yang sudah bersifat konsumtif. Bahkan belakangan ini justru menjadi tren bagi kaula muda," ungkap Jumli, Rabu (19/8/2020).

Menurutnya, sudah menjadi kebiasaan hidup minum kopi di warung kopi ini memang sudah menjadi aktivitas yang kerap dilakukan masyarakat di Bangka Belitung saat ini.

"Tentunya hal tersebut menunjukkan perkembangan zaman dan kemajuan suatu daerah atau kota seperti di kota Pangkalpinang itu sendiri. Bagi generasi muda tentunya minum kopi di kedai kopi tersebut selain menjadi tren namun juga karena pecinta kopi sudah mulai kian bertumbuh pesat," kata Jumli.

Tentunya juga ketertarikan generasi muda terhadap kopi membuat sejumlah warung kopi tradisional semakin ramai tersebut seiring bertambahnya jumlah anak muda.

Bahkan warung kopi sudan menjadi tempat favorit bagi anak muda untuk berkumpul dengan teman-teman mereka, terlebih lagi tersedianya koneksi wifi gratis.

"Menurut saya semakin merebak dan maraknya warung kopi atau coffee shop di Pangkalpinang tidak akan pernah tergerus oleh kemajuan zaman, melainkan semakin bertambah berkembang bagi generasi muda. Sebab kebiasaan ngopi khususnya di Bangka Belitung sudah ada sejak dari dulu. Kalau dulu hanya para orang tua yang menhadi kebiasaan minum kopi namun sekarang sudah berkembang digandrungi kaula muda," kata Jumli.

Persaingan Ketat, Tips Tetap Eksis

Kopi hitam
Kopi hitam (Bangkapos.com / Fitriadi)

Pengamat Ekonomi sekaligus Dosen Bisnis dan Manajemen STIE Pertiba Pangkalpinang, Suhardi mengatakan seiring modernisasi zaman, warung kopi (warkop) tradisional berevolusi menjadi warkop-warkop kekinian yang dikenal dengan kafe.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved