Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Selain untuk Atasi Banjir, Kolong Kace Juga Bakal Jadi Ruang Terbuka Hijau

Erzaldi berharap realokasi dilakukan sesuai dengan alamat dan luas tanah serta nama warga yang terkena pengalokasian kembali tersebut.

Penulis: Riki Pratama | Editor: suhendri
Diskominfo Babel
Gubernur Kepulauan Bangka Beliung, Erzaldi Rosman 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan, pembangunan kolam retensi Kolong Kace tahap I akan dikerjakan dengan anggaran Rp 8.153.486.000 yang bersumber dari APBN 2020.

Pemanfaatan Kolong Kace di Desa Kace Timur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka tersebut, direncanakan sebagai bentuk pengendalian/penanggulangan banjir di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka.

"Tentunya pemanfaatan Kolong Kace Timur dilakukan sebagai usaha untuk mengurangi banjir khususnya di Kace dan sekitaran Pangkalpinang," kata Erzaldi, Kamis (20/8/2020).

Selain itu, dia memastikan ada penambahan lokasi pemanfaatan Kolong Kace dan ruang terbuka hijau (RTH) untuk masyarakat sekitar.

"Perlu dilakukan perencanaan penempatan realokasi rumah warga yang berada di sekitaran Kolong Kace Timur dengan dilakukan pendataan by name by address," ujarnya.

Erzaldi berharap realokasi dilakukan sesuai dengan alamat dan luas tanah serta nama warga yang terkena pengalokasian kembali tersebut.

Setelah merelokasi rumah warga, barulah dilakukan penataan taman dan memberikan tanggung jawab kepada Desa Kace Timur untuk merawatnya.

Banyak faktor

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Noviar Ishak mengatakan, persoalan banjir tidak bisa dihilangkan begitu saja.

Sebab, banjir disebabkan banyak faktor, salah satunya karena kerusakan lingkungan.

Oleh karena itu, menurut Noviar, bukan hanya infrastruktur yang harus dibenahi, melainkan juga lingkungan.

"Utamanya kerusakan lingkungan karena sebaik apa pun infrastruktur yang dibangun, kalau lingkungan tidak dikelola dengan baik akan sia-sia, banjir akan tetap hadir," katanya.

"Kalau masalah banjir di Pangkalpinang, itu merupakan salah satu upaya saja, paling tidak bisa mengurangi luas daerah genangan. Kalau untuk hilang (menghilangkan banjir--red), banyak faktor yang harus dibenahi," ujar Noviar. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved