Breaking News:

Bupati Markus Tinjau Kesiapan Belajar Mengajar Secara Tatap Muka

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui dinas pendidikan setempat akhirnya membuka sekolah sebagai salah satu pelaksanaan kebijakan new normal

Ist
Bupati Bangka Barat Markus saat memantau KBM tatap muka di SDN 2 Simpang Teritip 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui dinas pendidikan setempat akhirnya membuka sekolah sebagai salah satu pelaksanaan kebijakan new normal di tengah pandemi virus corona.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dari jenjang pendidikan SD hingga SMA di daerah itu dimungkinkan sebab Bangka Barat telah menjadi satu-satunya daerah zona hijau sebaran corona di Provinsi Bangka Belitung.

Guna memastikan KBM tatap muka berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus korona (covid-19) secara ketat, Bupati Bangka Barat Markus secara langsung meninjau kesiapan belajar tatap muka di beberapa sekolah. 

Para siswa SD Santa Maria Muntok tampak sedang mencuci tangan sebelum masuk ke ruang kelas memulai KBM tatap muka, Senin (24/8).
Para siswa SD Santa Maria Muntok tampak sedang mencuci tangan sebelum masuk ke ruang kelas memulai KBM tatap muka, Senin (24/8). (Ist)

Sekolah-sekolah yang dipantau orang nomor satu di Bumi Sejiran Setason itu antara lain SMPN 1 Simpang Teritip, SDN 1 Simpang Teritip, SDN 2 Simpang Teritip, SMAN 1 Muntok, dan SDN 13 Muntok.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Rukiman, menyampaikan sekolah-sekolah di Bangka Barat yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka, sudah memenuhi persyaratan yang diminta terkait pembukaan sekolah di tengah pandemi corona.

Bupati Markus didampingi Kepsek SMPN 1 Simpang Teritip saat memantau KBM di sekolah itu, Senin pagi.
Bupati Markus didampingi Kepsek SMPN 1 Simpang Teritip saat memantau KBM di sekolah itu, Senin pagi. (Ist)

"Kami sudah pantau dan alhamdulilah kesiapan sekolah untuk pembelajaran tatap muka sudah dilaksanakan sesuai persyaratan yang diminta. Tentu pembukaan kembali sekolah khususnya jenjang SD yang dimulai hari ini menyenangkan para orang tua dan juga murid. Semoga dengan sekolah tatap muka ini, kualitas pembelajaran semakin baik sebab selama ini memang kualitas pembelajaran menurun," kata Rukiman ditemui di Muntok, Senin (24/8/2020) pagi.

Rukiman lantas mengingatkan para orang tua dan wali murid agar selain penerapan protokol kesehatan secara ketat di sekolah, hal yang sama juga diterapkan orang tua saat para siswa berada di rumah.

"Jangan sampai sekolah jadi cluster, maka antisipasinya yakni bersama-sama menjalankan protokol covid-19 tidak hanya di sekolah tapi saya minta hal yang sama dilakukan para orang tua murid di rumah," imbuhnya.

Kepala SDN 2 Simpang Teritip, Teguh Triyanto, memastikan KBM tatap muka di sekolah tersebut selain berjalan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19, juga telah disetujui orang tua murid.

Bupati Markus didampingi kepala dinas pendidikan dan tim gugus tugas memantau KBM tatap muka, Senin pagi.
Bupati Markus didampingi kepala dinas pendidikan dan tim gugus tugas memantau KBM tatap muka, Senin pagi. (Ist)

"Jadi memang sebelum sekolah kita buka, ada sosialisasi dari kabupaten untuk para guru di sekolah, kemudian pihak sekolah menyampaikan ke orang tua murid dan disetujui lewat surat pernyataan," jelas Teguh.

Dia memaparkan meski pembelajaran tatap muka sudah dimulai tapi digelar dengan model shift-shiftan yakni 50% dari jumlah murid di kelas.

"Ini tatap muka pun masih kita shift. Sehari masuk belajar tatap muka, sehari kerja tugas di rumah," ujar Teguh Triyanto didampingi pengawas sekaligus koordinator pendidikan kecamatan Simpang Teritip, Samsuri.

Teguh menambahkan, untuk penerapan protokol kesehatan covid-19 seperti biasa sesuai arahan dan anjuran dari pemerintah, begitu siswa masuk dilakukan pengecekan suhu, cuci tangan, memakai masker dan juga jarak duduk sudah dilaksanakan semuanya.

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved