Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Terkait Dana Hibah Gedung Kejari Bangka, Ini Penjelasan Kejati Bangka Belitung

Ia menyebutkan, Kejari Bangka hanya menerima hibah berupa gedung dari Pemerintah Kabupaten Bangka.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Gerakan Muda Bangka Belitung (GMBB) menggelar aksi di depan kantor Kejati Bangka Belitung, Senin (24/08/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sejumlah warga yang tergabung dalam Gerakan Muda Bangka Belitung (GMBB) menggelar aksi di depan kantor Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Senin (24/8/2020).

Aksi ini terkait penggunaan dana hibah Pemerintah Kabupaten Bangka untuk pembangunan gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka.

Dalam aksi itu, orator dari GMBB melempar tiga pertanyaan kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Babel, yakni apakah kejati berani mengusut gedung tersebut, apakah ada utang budi kejati, dan apakah kejati menerima keuntungan.

Menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut, Kasi A Ideologi Politik Pertahanan dan Keamanan Kejati Babel Radyan menegaskan bahwa tidak ada utang budi dan tidak ada keuntungan.

"Ini proses hukum ini dilindungi undang-undang. Kita ada hukum, enggak bisa semena-mena gitu. Semua proses ada hukumnya, laporan kami terima dan kami tindak lanjuti," kata Radyan.

Ia menyebutkan, Kejari Bangka hanya menerima hibah berupa gedung dari Pemerintah Kabupaten Bangka.

Radyan menambahkan, proposal Kejari Bangka sudah di-acc oleh Pemda Bangka.

Dalam hal ini, kejari sebagai penerima hibah.

"Nanti kalau sudah selesai, gedung itu oleh pemerintah diserahkan ke kejaksaan melalui Kejari Sungailiat (Bangka). Jadi, keterlibatan Kejari Sungailiat hanya sekadar meminta hibah pembangunan gedung," tutur Radyan.

Mengenai pemberian dana hibah yang dilakukan pemerintah kepada instansi vertikal, dia mengatakan, ada peraturan yang memperbolehkan proses tersebut.

"Berdasarkan peraturan Menteri Keuangan hibah itu boleh, hanya yang dilarang dalam hibah itu penerima hibah menerima uang," ucapnya.

"Jadi, kita ini menerima barang jadi, yaitu gedungnya bukan uangnya. Kami hanya menerima barang jadi, bukan kami yang mengikuti pembangunan dari 0-100 persen. Itu urusan Pemerintah Kabupaten Bangka," lanjut Radyan.

Mengenai pembangunan, kata dia, Kejari Bangka saat ini memang membutuhkan adanya gedung baru.

"Perlu kita cermati pembangunan itu di bangunan lama, jadi dirobohkan dan dibangunkan kembali. Kalau mengenai pemotongan Covid-19, gedung itu sudah dirobohkan, jadi mau enggak mau harus dibangun kembali biar Kejari Sungailiat bisa jalan lagi," ujar Radyan. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: suhendri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved