Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Tim SAR Gabungan Terus Cari Angkik, ABK KM Sidarahayu

Memasuki hari keenam, Tim SAR Gabungan terus berupaya mencari keberadaan ABK bernama Angkik (18) yang tenggelam di perairan Belitung Timur

Tayang:
Penulis: Yuranda | Editor: suhendri
IST/Basarnas Babel
Basarnas Babel melakukan pemetaan dan E-Broadcast terhadap kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian anak buah kapal (ABK) KM Sidarahayu tenggelam di perairan Belitung Timur, Senin (24/8). Memasuki hari keenam, Tim SAR Gabungan terus berupaya mencari keberadaan ABK bernama Angkik (18) yang tenggelam di perairan Belitung Timur, Selasa (18/8) lalu. Angkik tenggelam saat KM Sidarahayu mengalami kecelakaan. Sebelumnya, 10 ABK lainnya telah diselamatkan oleh kapal yang melintas. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Basarnas Babel, Senin (24/8/2020), melakukan pemetaan dan E-Broadcast terhadap kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian anak buah kapal (ABK) KM Sidarahayu tenggelam di perairan Belitung Timur.

Memasuki hari keenam, Tim SAR Gabungan terus berupaya mencari keberadaan ABK bernama Angkik (18) yang tenggelam di perairan Belitung Timur, Selasa (18/8/2020) lalu.

Angkik tenggelam saat KM Sidarahayu mengalami kecelakaan.

Sebelumnya, 10 ABK KM Sidarahayu lainnya telah diselamatkan oleh kru kapal yang melintas.

Kapal yang dimaksud adalah KN Karna 246 Bangka Belitung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang (Basarnas Babel) Fazzli mengatakan, memasuki hari keenam ini, pihaknya mencari korban tenggelam tersebut dengan cara melakukan pemberitahuan kepada kru kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

"Kita masih terus mencari keberadaan korban terakhir yang belum ditemukan yaitu Angkik. Kami telah melakukan E-Broadcast kepada kapal-kapal yang melintas atau yang mau melaut di daerah last known position (LKP) itu," kata Fazzli, Senin (24/8/2020).

Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Kantor SAR Banten serta HNSI Banten terkait Operasi SAR terhadap satu ABK yang belum ditemukan tersebut.

"Untuk sampai saat ini hasil belum ditemukan dan untuk pemulangan ke 10 ABK kemarin kita juga sudah berkoordinasi dengan bapak Acin selaku pemilik kapal dan Dinsos Provinsi Babel, dalam hal ini pemulangan 10 ABK masih dalam proses koordinasi pihak Dinsos Provinsi Babel dengan dinsos di Kabupaten Garut," tutur Fazzli.

Menurut dia, proses pencarian akan terus dilakukan hingga tujuh hari sesuai prosedur operasional standar SAR.

Jika korban belum ditemukan maka pencarian akan ditutup pada Selasa (25/8/2020).

"Besok kalau tidak ditemukan pencarian korban akan kami tutup akan dilanjutkan kesiapsiagaan harian. Personel tetap bersiaga di Pos Belitung dan Toboali, Bangka Selatan, nantinya bila mendapat informasi dari kapal melintas akan dilakukan evakuasi terhadap korban," ujar Fazzli. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved