Breaking News:

Berita Bangka Barat

Rata Rata Anak Korban Kekerasan Seksual Alami Trauma Psikis, Mulai dari Mimpi buruk hingga Takut

Sebagian besar anak korban kekerasan seksual mengalami trauma psikis dan kebanyakan para korban berstatus pelajar.

Bangkapos.com
Ilustrasi pemerkosaan atau pelecehan seksual 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebagian besar anak korban kekerasan seksual mengalami trauma psikis dan kebanyakan para korban berstatus pelajar.

Trauma psikis tersebut beragam mulai dari mimpi buruk, mengurung diri dan takut melihat orang asing

"Pastinya trauma, Rata rata anak korban kekerasan seksual kebanyakan siswa. Sedangkan pelakunya kebanyakan dewasa," ujar ujar Kasi Perlindungan Anak, DP2KBP3A Babar, Novi Eva Yanti di ruang kerjanya, Selasa (25/8/2020).

Menurut Novi, upaya pendekatan dan pembinaan menjadi salah satu cara pihaknya mengobati trauma anak yang menjadi korban kekerasan seksual. Selain itu, memberikan pendampingan psikolog.

"Paling selama ini pendekatan pembinaan, ada bantuan provinsi pendampingan psikologis. Karena kita belum ada tenaga psikolog. Yang penting ada laporan mereka ke provinsi," bebernya.

Kekerasan Seksual Anak Meningkat

Angka kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Bangka Barat meningkat dari tahun sebelumnya.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka Barat mencatat ada 10 kasus kekerasan terhadap anak terjadi sejak Januari hingga Agustus 2020.

Kasus tersebut mencakup 7 kekerasan seksual, 1 psikis dan 2 kekerasan Fisik.

"Dari Januari sampai Agustus 2020 meningkat jumlah 10 kasus anak. Meliputi kasus kekerasan fisik, psikis dan kekerasan seksual. Hitungannya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya karena ini baru bulan Agustus belum sampai akhir tahun," ujar Kasi Perlindungan Anak, DP2KBP3A Babar, Novi Eva Yanti. SKM di ruang kerjanya, Selasa (25/8/2020)

Secara keseluruhan lanjut Novi sepanjang Januari hingga Agustus 2020 ada 16 kasus yang ditangani yang melibatkan kasus perempuan dan anak di Bumi Sejiran Setason.

Dari jumlah tersebut ada yang berlanjut ke proses hukum, ada pula yang tidak.

"Sebenarnya kalau dari jumlah kasus keseluruhan PPA ada 16 dan terjadinya peningkatan rata rata kasus dari 2019 ke 2020.

(bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved