Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Psikolog Sebut Sulit Mengontrol Keinginan Menjadi Faktor Anak Terjerumus Kasus Seksual

Siska Dwi Paramita mengatakan pergaulan bebas menjadi hal yang mudah sekali ditemukan di zaman saat ini.

Penulis: Sela Agustika | Editor: Rusaidah
IST/Siska
Psikolog Siska Dwi Paramitha. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Psikolog sekaligus Dosen Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) IAIN SAS Bangka Belitung, Siska Dwi Paramitha mengatakan pergaulan bebas menjadi hal yang mudah sekali ditemukan di zaman saat ini. Seperti terungkapnya beberapa kasus yang terjadi pada anak dibawah umur yang hamil diluar nikah atas nama cinta.

Dia menyebutkan setiap orang tentu menginginkan untuk dicintai dan disayangi, namun terkadang hal ini disalahartikan dengan rela memberikan apa saja untuk orang yang dicintai.

"Tentunya ini menjadi hal yang salah besar. Jika hal ini sudah terjadi, memang tidak akan bisa diabaikan, artinya psangan tersebut harus bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Siska kepada bangkapos.com, Rabu (26/8/2020).

Menurutnya, anak-anak di bawah umur yang menjadi korban seksual tersebut tidak serta merta alami gangguan psikoligis, akan tetapi tidak menutup kemungkinan akan alami hal semacam itu.

"Setiap orang menghadapi permasalahan jelas berbeda-beda, namun tidak menutup kemungkinan psikologis anak akan terganggu, dikarenakan bingung, stres, yang akhirnya mengambil berbagai tindakan salah yang kadang melanggar norma agama dan sosial," ungkapnya.

Dia mengungkapkan banyak faktor yang menyebabkan anak bisa terjerumus dalam hal kasus ini diantaranya yaitu kurangnya pengawasan dari orangtua, jiwa muda yang banyak ingin tahu hingga sulit mengontrol keinginan, dan kurangnya iman didalam diri sehingga tidak lagi mengingat adanya dosa atas hal yang diperbuat.

"Tentu sebelum hal-hal itu terjadi harus dicegah dengan memberi batasan-batasan kepada diri untuk tetap menjaga norma agama, norma sosial agar tidak terjebak kepada hal yang tidak diinginkan, serta perbanyak kegiatan- kegiatan positif dan lebih bermanfaat," saran Siska. (*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved