Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Diduga Cabuli Anak 13 Tahun, Buruh Harian Dibekuk Saat Bersantai di Pondok

Pria yang berprofesi sebagai buruh harian ini diamankan setelah diduga melakukan aksi pencabulan terhadap Mawar, anak berusia 13 tahun.

Penulis: Yuranda | Editor: Ajie Gusti Prabowo
ist/Polsek Pangkalanbaru
PELAKU AL saat diamankan tim gabungan Polsek Pangkalanbaru, Kamis (27/8/2020). 

BANGKAPOS.COM - Tim gabungan yang terdiri dari Unit Reskrim dan Intelkam Polsek Pangkalanbaru, membekuk AL (20) saat bersantai di pondok arena Grastrack yang berada di Desa Airmesu Barat, Kamis (27/8/2020) sekitar pukul 23.00 WIB.

Pria yang berprofesi sebagai buruh harian ini diamankan setelah diduga melakukan aksi pencabulan terhadap Mawar, anak berusia 13 tahun.

Informasi yang dihimpun, kasus ini terungkap setelah ibu korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Pangkalanbaru pada Sabtu 22 Agustus 2020.

Kapolsek Pangkalanbaru, AKP Robby Ansyari membenarkan penangkapan ini. Diakuinya, pelaku baru mengenal korban.

Menurutnya, pelaku melakukan aksinya di sebuah pondok kebun milik pelaku di kawasan Kecamatan Pangkalanbaru.

"Kasus ini terungkap saat anaknya melapor kepada ibunya, anaknya melapor mendapat perlakuan yang tidak layak," ujar Robby, Jumat (28/8/2020).

Namun diakuinya, korban tak bisa berbuat apa-apa setelah dipaksa pelaku.

"Iya, pengakuan korban dia dipaksa oleh pelaku melakukan hubungan itu, pengakuan pelaku melakukan hubungan badan dengan korban, sebanyak satu kali di pondok kebun itu," ucapnya.

Pelaku sendiri dibekuk setelah adanya informasi jika pelaku tengah berada di rumahnya.

Namun, saat tim menuju lokasi, ternyata pelaku telah meninggalkan kediamannya.

"sehingga tim melakukan penyisiran di sekitar kediaman pelaku dan mendapati informasi pelaku sedang mengendarai motor menuju ke pondok di tempat penangkapannya. Kemudian tim melakukan pembuntutan dan berhasil menangkap pelaku," ujar Robby.

Ia menambahkan saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Pangkalanbaru. Termasuk barang bukti, berupa motor milik pelaku.

"Pelaku diancam Pasal 81 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang persetubuhan terhadap anak bawah umur," pungkasnya. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved