Berita Pangkalpinang
Hindari Konflik dengan Buaya, BKSDA Beri Imbauan hingga ke Desa-desa
Ia mengaku keterbatasan SDM di BKSDA, memungkinkan pihaknya berharap peran seluruh elemen masyarakat serta instansi terkait lainnya.
BANGKAPOS.COM - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bangka Belitung memastikan hingga saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait maraknya konflik buaya dengan manusia di daerah.
Bahkan, sosialiasi ini dilakukan hingga ke desa-desa yang terdapat habitat buaya.
Kepala Resort BKSDA Babel, Septian Wiguna mengatakan sosialiasi ini terus dilakukan di berbagai kesempatan saat bertemu elemen masyarakat.
"Kita juga jelaskan jika buaya memang satwa dilindungi. Namun, apabila terjadi (konflik), agar mereka dapat lebih dulu berkoordinasi dengan kami," jelas Septian, Jumat (28/8/2020).
Ia mengaku keterbatasan SDM di BKSDA, memungkinkan pihaknya berharap peran seluruh elemen masyarakat serta instansi terkait lainnya.
"Misalnya, terutama dinas kehutanan untuk bisa berkolaborasi dengan kita. Akhirnya, di awal tahun ini kemarin juga, Pak Gubernur kebetulan berkenan untuk mengeluarkan SK Satuan Tugas Penanganan Konflik Satwa Liar dan Manusia," ungkapnya.
Ia juga kembali mengingatkan agar masyarakat tak sembarangan menangkap buaya.
"Misalnya jangan nanti mentang-mentang di sungai ada buaya, terus ditangkap. Memang kita sadari, masyarakat juga mengantisipasi keselamatan mereka. Alangkah baiknya apabila memang ingin ditangkap hubungi BKSDA. Biar kami yang menanganinya. Jangan dibunuh," tegasnya. (Bangkapos.com/Ramandha)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20200106_septian-wiguna.jpg)