Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Berawal dari Pinjam Motor, Terdakwa Ini Akhirnya Jual Motor Korban Seharga Rp 1 Juta

Ibrahim sempat membuat jalannya persidangan sedikit terganggu dengan keterangannya saat menjawab pertanyaan dari jaksa penuntut umum (JPU)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: suhendri
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Suasana sidang dengan terdakwa Hendra di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, Senin (31/8/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Warga bernama Ibrahim hadir sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan pencurian dengan terdakwa Hendra di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, Senin (31/08/2020).

Hendra merupakan rekan kerja Ibrahim.

Ibrahim menjadi saksi setelah sepeda motor miliknya diduga dicuri Hendra di daerah Kelurahan Jerambah Gantung, Kota Pangkalpinang, Senin (2/3/2020) lalu.

Ibrahim sempat membuat jalannya persidangan sedikit terganggu dengan keterangannya saat menjawab pertanyaan dari jaksa penuntut umum (JPU).

"Keterangan sesuai yang dilaporkan itulah," kata Ibrahim.

Usai mendengarkan keterangan saksi tersebut, majelis hakim yang dipimpin Siti Hajar Siregar pun menjelaskan kewajiban Ibrahim sekaligus korban untuk memberikan keterangannya kembali di persidangan.

"Saksi ini korban, jadi wajib memberikan keterangannya, saat melaporkan berarti ada kewajiban yang menempel kepada saksi yang menjadi korban untuk memberikan keterangannya di persidangan," kata Siti Hajar Siregar.

Setelah mengerti tentang kewajibannya, Ibrahim pun menjelaskan kronologi kasus tersebut.

"Saya hilang sepeda motor. Waktu itu sebelumnya dia (Hendra--red) meminjam motor, tetapi akhirnya dibawa kabur sama dia. Saya parkir di tempat saya kerja, dia sempat balikin motor pagi, tetapi sorenya dia ambil lagi motornya," katanya.

Menurut Ibrahim, terdakwa melakukan tindak pidana pencurian dengan menggunakan kunci asli yang menempel di stop kontak sepeda motor.

"Pagi saya kasih izin, tetapi sore enggak saya kasih izin, makanya saya laporkan dia. Motor sudah banyak berubah, kalau waktu maling dia enggak perlu kunci palsu karena kunci saya memang masih ada di motor," tuturnya.

Sementara, terdakwa Hendra mengaku, sepeda motor hasil curian tersebut dijualnya dengan harga Rp 1 juta.

"Saya ngambilnya langsung bawa aja karena kuncinya masih nempel di stop kontak motor. Saya ngambil sama Riski. Motor itu saya bawa ke temen mau saya jual, dapat Rp 1 juta, bagi dua, saya dapat Rp 500 ribu," katanya.

Kasus dugaan pencurian ini akan dilanjutkan pada Rabu (2/9/2020) dengan agenda tuntutan. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved