Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Mengaku Jadi Kurir Narkoba di Dalam Penjara, Napi ini Beberkan Modusnya Saat Jadi Terdakwa

Terdakwa kurir narkoba jenis sabu membeberkan modus peredaran barang haram tersebut di dalam di Lapas Narkotika Pangkalpinang.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Suasana sidang dengan terdakwa Ikra melalui video telekonferens, di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Selasa (01/09/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Terdakwa Muhamad Ikra tak membantah dirinya adalah kurir narkoba jenis sabu saat memberikan keterangan di hadapan majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang Selasa (1/9/2020).

Dalam sidang beragenda memeriksa keterangan terdakwa yang berlangsung melalui video telekonferens itu Muhamad Ikra juga mengaku dalam posisinya sebagai kurir, dia hanya diperintah dan diupah.

Terdakwa Muhamad Ikra yang berada di Lapas Narkotika Pangkalpinang, mengungkapkan mendapatkan perintah dari Bolang (DPO) untuk menjadi kurir narkotika.

"Saya dapat dari Bolang lebih dari barang bukti itu, saya dapat caranya dilempar sama Bolang terus dia telpon barangnya dilempar di mana."

"Saya dapat perintah dia suruh lempar barangnya kesini-kesini, maksudnya ya ada yang beli selanjutnya saya gak tau," ujar terdakwa Ikra.

Lebih lanjut untuk barang bukti terhadap terdakwa, diketahui terdapat narkotika jenis sabu seberat 2,8 gram.

"Saya gak tau hanya diperintah sama diupah Rp 500 ribu satu kali lempar, kalau jumlah barangnya saya gak tau, selain dikasih uang saya juga dikasih pakai," tuturnya.

Selain itu tak hanya mendengarkan keterangan terdakwa, JPU pun juga menghadirkan saksi dari anggota Polda Bangka Belitung.

"Sabu itu ada di kamarnya di dalam lemari, dia ini pemakai dan jual juga," tutur saksi Dimas dari Polda Bangka Belitung.

"Dia beli lewat telepon jadi mereka enggak ketemu."

"Untuk barang ya disimpan, di suatu lokasi yang mereka sudah ketahui bersama."

Sementara itu atas perbuatan terdakwa, JPU mengenakan pasal 114 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dengan pasal tersebut terdakwa terancam hukuman pidana penjara paling singkat, lima tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Usai mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa, majelis hakim pun menutup dan melanjutkan persidangan pada Kamis (3/9/2020). (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved