Breaking News:

Berita Sungailiat

Warga Tionghoa Sungailiat Gelar Tradisi Sembahyang Rebut Secara Sederhana

Silakan saja mau gelar acara tetapi terapkan protokol kesehatan dan silakan lapor petugas dari Tim Satgas penanganan Covid-19.

Bangkapos.com/Edwardi
MASYARAKAT Tionghoa saat melaksanakan Sembahyang Rebut di Kelenteng Chin Ngi Pakkung Kampung Lubuk Kelik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Senin (1/9/2020). 

BANGKAPOS.COM - Bagi warga Tionghoa di Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka, tradisi perayaan budaya Sembahyang Rebut atau Chit Ngiat Pan yang dirayakan setiap tanggal 14-15 penanggalan tahun China, merupakan suatu hal yang wajib dilaksanakan.

Selain melaksanakan ibadah di rumah masing-masing, masyarakat Tionghoa juga pergi ke kelenteng-kelenteng untuk bersembahyang dan berdoa bagi arwah para leluhur mereka.

Diketahui pada perayaan Sembahyang Rebut tahun-tahun sebelumnya, pada puncak acara di malam hari ada prosesi pembakaran patung kertas Dewa Thai Se Ja dan kegiatan rebutan berbagai sembako, makanan, sayuran, buah-buahan dan lainnya.

"Biasanya ada juga Baksos pembagian sembako dan hiburan rakyat, namun di tahun 2020 ini karena kondisi pandemi Covid-19 sehingga hal tersebut ditiadakan, kita hanya memperingati secara sederhana saja," kata Bun Sun Liong, Pengurus Kelenteng Chin Ngi Pakkung yang berada di Kampung Lubuk Kelik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Senin (1/9/2020).

Tokoh Masyarakat Tionghoa Bangka, Agung Setiawan mengimbau kepada seluruh masyarakat Tionghoa untuk melaksanakan peribadatan Sembahyang Rebut atau Chit Ngiat Pan secara sederhana saja.

"Tahun ini karena kondisi pandemi Covid-19, kita merayakan dengan sederhana saja dan kalaupun ada yang merayakan harus berkoordinasi dengan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka dan kecamatan masing-masing, dan harus tetap menerapkan protokol kesehatan, yakni menjaga jarak, menggunakan masker, rajin cuci tangan dan tidak berkerumun," kata Agung.

Menurutnya, perayaan Sembahyang Rebut setiap tahun memang harus dirayakan oleh warga Tionghoa secara rutin.

"Silakan saja mau gelar acara tetapi terapkan protokol kesehatan dan silakan lapor petugas dari Tim Satgas penanganan Covid-19 untuk membantu pengamanan dan pengawasan, apabila ada warga kita yang merayakan secara keramaian," jelasnya. (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Ajie Gusti Prabowo
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved