Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Majelis Hakim Hukum Oknum Perwia di Babel Penjara 1 Bulan, Setelah Terbukti Lakukan KDRT

Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang menjatuhkan vonis satu bulan penjara, terhadap terdakwa yang berstatus anggota Polri.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kenakan baju oranye saksi Marlin Aprilinda duduk di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang menjatuhkan vonis satu bulan penjara, terhadap terdakwa Fere Hidayat (35), Rabu (02/09/2020).

Pria yang berstatus anggota Polri tersebut dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Vonis yang juga menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan kota tersebut, dibacakan majelis hakim yang dipimpin oleh Rendra Yozar.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang agenda tuntutan, menuntut terdakwa dengan pasal 44 ayat 4 dengan hukuman dua bulan penjara.

"Terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga yang menimbulkan halangan untuk menjalankan kegiatan sehari-hari," ujar Rendra Yozar.

Lebih lanjut dalam sidang dengan agenda saksi sebelumnya, JPU telah menghadirkan saksi Marlin Aprilinda (34) yang hadir di hadapan majelis hakim untuk memberikan keterangannya.

Sebelumnya diketahui korban yakni Marlin Aprilinda merupakan anak dari mantan Wakapolda Bangka Belitung Brigjen (Pol) Djoko Erwanto yang saat ini menjabat sebagai Pati Itwasum Polri.

Sedangkan Fere Hidayat diketahui merupakan oknum perwira di Polda Bangka Belitung.

Dalam keterangannya Marlin Aprilinda mengatakan, awal mula permasalahan keluarga yang sudah dibangun sejak 2010 dan sudah dikaruniai tiga orang anak karena hadirnya orang ketiga di kehidupan keluarga tersebut.

"Ada masalah-masalah sejak satu tahun terakhir karena ada orang ketiga, kami pindah ke Belitung Timur sejak 2016. Penyebab pertengkaran ada orang ketiga, saya tahu sikap dan perilaku dia berbeda dan dia suka marah dan bohong. Orang ketiga ini saya pernah ketemu, saya juga punya bukti CCTV mereka di hotel," ujar saksi Marlin seraya menitihkan air mata dalam sidang pada Rabu (12/08/2020) lalu.

Selain itu dalam keterangannya juga Marlin mengungkapkan, berbagai bentuk penganiayaan secara fisik atau psikis yang dialaminya.

"Kalau kekerasan psikis dia ada nodongkan senjata ke saya, dia nodong itu di kamar jadi secara psikis saya kena. Lalu Agustus 2019 didalam mobil dia ada mukul, selain itu ada juga bertengkar karena foto-foto lalu dia juga mencambak rambut dan mencekik leher saya," lanjutnya.

Sementara itu terdakwa Fere Hidayat dalam keterangannya, menampik adanya orang ketiga dalam rumah tangganya.

"Penyebab cekcok karena saya dituduh dengan orang ketiga, mulai ada pertikaian itu 2019. Dia sempat nunjukin foto tangan bersama wanita, tapi saya tegaskan itu bukan saya.

Foto cewek itu saya tau orangnya tapi saya ribut bukan hanya karena masalah perempuan itu, tapi banyak masalah lainnya terus saya juga tidak punya wanita lain dihidup saya," tegas Fere Hidayat. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved