Breaking News:

Pilkada

Pencalonan Pilkada 2020 Didominasi Anggota DPRD, Pengamat Politik Sebut Punya Akses Partai Politik

Bambang Ari Satria mengatakan Pilkada di tengah pandemi pada tahun 2020 berbeda dengan pilkada-pilkada yang dilaksanakan sebelumnya.

Istimewa/Bambang Ari Satria
Pengamat Politik, Bambang Ari Satria. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pengamat Politik sekaligus Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Pahlawan 12 Sungailiat, Bambang Ari Satria mengatakan Pilkada di tengah pandemi pada tahun 2020 berbeda dengan pilkada-pilkada yang dilaksanakan sebelumnya.

"Nilai pembeda pada Pilkada 2020 terletak pada dibatasinya masyarakat pemilih pada pertemuan tatap muka dan durasi kampanye yang tidak begitu panjang, yakni hanya 71 hari," ungkap Bambang, Rabu (2/9/2020).

Menyiasati hal tersebut, tentu dibutuhkan kreasi dan inovasi yang dilakukan oleh calon kepala daerah maupun tim kampanye.

"Pesan politik berupa program dan gagasan untuk pembangunan lima tahun kedepan mesti sampai ke masyarakat. Opsinya bisa melalui sosialisasi door to door maupun memanfaatkan kekuatan udara jejaring sosial media,"kata Bambang.

Dia mengungkapkan jika dilihat komposisi yang ada saat ini, pencalonan Pilkada 2020 pada empat kabupaten di Kepulauan Bangka Belitung didominasi dari anggota DPRD, baik anggota DPRD Provinsi maupun anggota DPRD Kabupaten.

"Apa motif pencalonan tersebut dan bagaimana peluangnya? Motif pencalonan tentu beragam, mulai dari sirkulasi kekuasaan dari legislatif ke eksekutif, penugasan partai, faktor ego karena partainya dibajak kader lain, dan ada hasrat ingin berbuat lebih banyak kepada masyarakat. Kalau hanya lewat DPRD, perbuatan untuk membantu masyarakat sangat terbatas," lanjutnya.

Model kandidasi anggota DPRD pada Pilkada 2020 ini bercermin pada pilkada sebelumnya yang ada di Kepulauan Bangka Belitung dan data empirik menunjukkan pencalonan dari DPRD dinilai efektif untuk memenangkan kontestasi.

"Sebagai contoh, Bupati Bangka Barat, Bupati Bangka, Wakil Bupati Bangka, Bupati Belitung Timur dan Wakil Bupati Belitung saat ini merupakan produk yang dimunculkan dari kelembagaan DPRD," sebut Bambang.

Dominannya model kandidasi anggota DPRD pada pencalonan pilkada dikarenakan mereka punya akses terhadap partai politik.

"Disatu sisi, proses rekrutmen dalam pencalonan tidak berjalan demokratis karena sentralisasi politik. Pencalonan lebih mengedepankan kepada kandidat yang punya akses dan memberi kontribusi kepada elit partai,'' kata Bambang.

Dia menyebutkan proses pencalonan pada pileg kemarin dan pilkada hari ini tentu tidak bisa menjadi acuan, karena pileg dan pilkada tidak berbanding lurus.

"Pileg lebih ditentukan faktor partai dan faktor sosiologis. Sementara pilkada ini lebih ditentukan faktor ketokohan dan pendekatan pilihan rasional berupa visi misi, program kerja dan kinerja," jelas Bambang.

"Diusung dan didukung oleh banyak parpol belum menjamin untuk memenangkan kontestasi pilkada. Perlu kerja keras untuk merebut daulat rakyat melalui program kerja," tutur Bambang.

(*)

Penulis: Sela Agustika
Editor: Rusaidah
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved