Breaking News:

Pilkada

Pengamat Politik Sebut PAW antara Idealitas dan Realitas, Bukan Momentum Aji Mumpung

Rendy Hamzah mengatakan Pergantian Antar Waktu (PAW) itu antara idealitas dan realitas, kaderisasi harus bermutu dan bukan momentum aji mumpung.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Rusaidah
Pengamat Politik Sebut PAW antara Idealitas dan Realitas, Bukan Momentum Aji Mumpung
Ist/Rendy
Dosen Ilmu Politik UBB, Penggiat Sekolah Demokrasi LP3ES- Jakarta, Rendy Hamzah.

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pengamat Politik sekaligus Dosen Ilmu Politik UBB serta Penggiat Sekolah Demokrasi LP3ES- Jakarta, Rendy Hamzah mengatakan Pergantian Antar Waktu (PAW) itu antara idealitas dan realitas, kaderisasi harus bermutu dan bukan momentum aji mumpung.

"Pada dasarnya, PAW merupakan hal lumrah dan lazim karena menjadi salah satu celah terjadinya peralihan atau sirkulasi kewenangan untuk suatu posisi penting sebagai pejabat publik, baik di legislatif maupun eksekutif," ujar Rendy, Rabu (2/9/2020).

Menurutnya, secara regulasi juga sangat dimungkinkan terjadinya PAW sepanjang memenuhi prosedural hukum dan UU politik kepemiluan terbaru.

"Selama ini, posisi sebagai anggota dewan bisa diganti di tengah masa jabatannya dengan berbagai alasan dan pertimbangan, baik karena alasan mengundurkan diri atau keikutsertaan dalam proses kandidasi pada kontestasi elektoral Pilkada, atau bahkan dengan alasan yang kadang tidak jarang justru menuai protes karena ditengarai tidak jelas, dan sarat akan kepentingan oligarkis elit partai politik," kata Rendy.

Oleh karena itu, dalam hal ini partai memegang posisi penting untuk mengusulkan nama yang sesuai aturan, lalu diajukan dan diusulkan ke KPU.

Baru proses teknis selanjutnya diajukan ke Mendagri agar bisa diterbitkan SK dari Mendagri. Itulah arus prosedur normal.

"Nah, dalam arus kontestasi Pilkada serentak di Bangka Belitung Tahun 2020, setidaknya akan ada 6 PAW untuk posisi jabatan DPRD, baik di level kabupaten maupun provinsi karena ikut dalam pertarungan perebutan kursi bupati," sebut Rendy.

"Beberapa nama yang santer akan mengalami proses PAW diantaranya ada Adit, Rina Tarol, Sukirman, Bong Ming Ming dan Didit dari DPRD Provinsi Babel, serta Korari dari DPRD Bangka Tengah," lanjutnya.

Diakuinya, ada beberapa hal menarik yang perlu dicermati di sini terkait konteks PAW ini.

Pertama, tentu publik perlu mengapresiasi keputusan majunya beberapa elit DPRD dalam kontestasi elektoral Pilkada serentak tahun 2020.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved