Breaking News:

Berita Pangkalpinang

BST Rp300.000 Tahap Finalisasi, Ini Sasaran Penerimanya

Program BST ini juga menyasar warga lanjut usia (lansia) yang belum mendapatkan bantuan sosial dari mana pun.

Penulis: Riki Pratama | Editor: suhendri
Bangkapos.com/Riki Pratama
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bangka Belitung, bersama DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Babel, melakukan Audiensi Kepastian Bantuan Sosial Tunai (BST), pada Kamis (13/8/2020) di ruang Banmus DPRD Babel. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menyetujui bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp 300.000 selama satu bulan untuk 50 kepala keluarga (KK) per desa/kelurahan di Bangka Belitung.

Hal itu berdasarkan hasil pembahasan RAPBD perubahan tahun anggaran 2020 yang dilakukan oleh banggar dan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) di kantor DPRD Bangka Belitung, Senin (24/8/2020).

Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Bangka Belitung Rusli mengatakan, rencana penyaluran BST sebesar Rp 300.000 selama satu bulan tersebut masih dalam tahap finalisasi.

"Untuk realisasinya sendiri masih dalam finalisasi, on process (dalam proses)," kata Rusli kepada bangkapos.com, Kamis (3/9/2020).

Menurut Rusli, bantuan sosial tunai tersebut nantinya akan diberikan kepada masyarakat terdampak Covid-19 yang belum pernah mendapatkan bantuan sosial dari mana pun.

Program BST ini juga menyasar warga lanjut usia (lansia) yang belum mendapatkan bantuan sosial dari mana pun.

"Banyaknya pertimbangan ini dikarenakan harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah yang dirasakan berat saat ini," ucapnya.

Rusli meyakini bantuan sosial tunai sebesar Rp 300.000 bisa segera disalurkan kepada penerima manfaat yang memang berhak menerimanya.

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung melalui dinas sosial akan mem-back up (mendukung) upaya penyisiran data masyarakat Negeri Serumpun Sebalai yang belum pernah mendapatkan bantuan sosial apa pun.

Dengan demikian, melalui BST tersebut diharapkan nantinya tidak ada lagi masyarakat Babel yang tak tersentuh bantuan sosial, terlebih di tengah pandemi Covid-19.

"Jadi, kami tegaskan bahwa penerima BST ini nantinya adalah masyarakat yang terdampak Covid-19, dan belum pernah menerima dana dari pemerintah pusat, daerah, maupun CSR (tanggung jawab sosial perusahaan--red) dari swasta," ujar Rusli.

Lebih lanjut, dia mengatakan, perlu adanya peran berbagai sektor di masyarakat agar penyaluran bantuan sosial tunai tersebut tepat sasaran.

"Seperti peran RT, RW, kadus, kades juga sangat dibutuhkan dalam membantu mengumpulkan data penerima BST ini nantinya sebab mereka lebih tahu kondisi warganya masing-masing," tuturnya.

"Ending-nya data yang sudah terekap dari seluruh kabupaten/kota maka harus dikirim ke dinsos Babel beserta dengan surat keputusan bupati/wali kota tentang calon penerima BST," kata Rusli. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved