Breaking News:

Buaya Ganas Berukuran 5,46 Meter Takluk Ketika Sang Dukun Pakai Benda Kecil Ini

Serangan ini mengingatkan kita pada kisah Bujang Senang, seekor buaya yang pernah meneror wilayah sungai Batang Lupar pada tahun

Bangkapos.com/Fery Laskari
Ilustrasi Pawang Buaya, Mang Ademi (60) duduk di punggung buaya untuk mengikat tali agar buaya tidak mengamuk saat ditonton warga, Selasa (4/8/2020). 

Dalam empat jam, Bujang Senang terpojok, tetapi mereka gagal membunuhnya dengan lembing dan peluru biasa

BANGKAPOS.COM - Dari tahun 2007 hingga 2013, Kementerian Perempuan, Keluarga dan Pengembangan Masyarakat telah menyatakan bahwa dari 42 laporan serangan buaya di Malaysia, 40 di antaranya berasal dari Sarawak.

Serangan ini mengingatkan kita pada kisah Bujang Senang, seekor buaya yang pernah meneror wilayah sungai Batang Lupar pada tahun 1940-an.

Bujang Senang di masa lalu pernah digosipkan sebesar bus, bisa makan pria dewasa dalam satu gigitan.

Orang-orang Iban percaya bahwa Bujang Senang dulunya adalah seorang manusia.

Beberapa orang Iban di Sarawak percaya bahwa buaya raksasa Bujang Senang sebenarnya adalah manusia yang mayatnya dikutuk menjadi buaya.

Menurut legenda, Bujang Senang dulunya adalah seorang pendekar Iban bernama Simalungun.

Dikatakan bahwa Simalungun adalah pejuang yang terkenal ketika orang berlatih 'mengayau' ( memotong dan mengumpulkan kepala musuh ), dan mereka yang berdiri di hadapannya tidak memiliki kesempatan untuk mengalahkannya dalam pertempuran.

Ini mungkin karena Simalungun mempraktekkan seni mistik yang menyebabkan tubuhnya kebal senjata, dan musuh-musuhnya tahu tentang itu.

Mereka juga tahu bahwa praktisi seni harus mematuhi suatu tabu tertentu, dan jika Simalungun melanggar tabu itu, dia akan menjadi rentan lagi.

Halaman
1234
Editor: Evan Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved