Breaking News:

Kesaktian Kik Usman, Pawang Buaya Belitung, Nama Disebut Korban Langsung Muncul ke Permukaan

Saat Dukun Air menyebut nama Saad, korban diterkam buaya, seketika mayat pria berusia 50 tahun itu langsung timbul

Penulis: Hendra (CC) | Editor: Hendra
Dok/Tribunjateng.com
Ilustrasi Buaya 

"Jadi saya mau kerjakan kalau sudah ada istilahnya betare (izin) kemarin ada tiga dukun (tetua adat) minta bantu jadi saya baru bisa bantu," ujarnya.

Sebelumnya Kik usman juga sudah pernah ritual adat saat kejadian orang tertimpa tanah 10 hari di kecamatan Gantung tidak ditemukan, setelah dilakukan ritual adat, selang tak lama jenazah tersebut ditemukan utuh.

Proses Ritual Adat 

Minggu (9/8/2020), Saad diterkam buaya, saat ia sedang mencuci pasir timah di Sungai Manggar. Saat itu ia hilang karena diseret ke dalam air.

Buaya diduga memangsa manusia ditangkap oleh pawang buaya Mang Syarif di Sungai Lubuk Bunter, Desa Kimak, Kabupaten Bangka.
Buaya diduga memangsa manusia ditangkap oleh pawang buaya Mang Syarif di Sungai Lubuk Bunter, Desa Kimak, Kabupaten Bangka. (Bangkapos/Fery Laskari)

Pencairan dilakukan, namun Saad tak kunjung ditemukan.

Senin (10/8/2020), pencarian kepada Saad kembali dilakukan. Namun kali ini, pencarian melibatkan dukun dan menggelar ritual adat.

Ritual adat ini dipimpin oleh Ki Usman yang merupakan dukun air.

Saat Dukun Air menyebut nama Saad, korban diterkam buaya, seketika mayat pria berusia 50 tahun itu langsung timbul dari dalam aliran Sungai Manggar.

Sebelumnya pencarian sudah dilakukan sejak mulai pukul 07.00 pagi WIB dan dihentikan sejenak sekitar pukul 09.00 untuk dilangsungkan ritual adat.

Tak lama selang lima menit bertepatan dengan Ki Usman memanggil nama korban diterkam buaya jenazah tersebut timbul dari air.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved