Berita Pangkalpinang
Apa itu Miras? Begini Bahaya Untuk Kesehatan Kata Dokter
Dokter Hasri mengatakan jika dikonsumsi secara berlebihan, miras dapat menyebabkan penurunan konsentrasi dan kehilangan kendali diri.
Penulis: Cici Nasya Nita |
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dokter Umum, dr Hasri Nopianto yang pernah bekerja di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Universitas Brawijaya mengatakan minuman keras (disingkat miras) adalah minuman beralkohol yang mengandung etanol.
"Miras dihasilkan dari penyulingan etanol yang diproduksi dengan cara fermentasi dari biji-bijian, buah, atau sayuran. Ada banyak jenis miras dengan kadar alkohol yang berbeda-beda," ujar dr Hasri, Senin (7/9/2020).
Lebih lanjut, ia mengatakan jika dikonsumsi secara berlebihan, miras dapat menyebabkan penurunan konsentrasi dan kehilangan kendali diri.
"Fungsi zat kimia otak yang mengatur mood akan terganggu. Selain itu, terlalu banyak minum miras juga dapat menurunkan kemampuan berpikir dan melemahkan daya ingat, serta membuat refleks dan koordinasi gerakan tubuh terganggu," kata dr Hasri.
Meski alkohol dipercaya memiliki dampak positif bagi tubuh, namun dampak positif ini tidak sebanding dengan bahaya alkohol yang bisa ditimbulkan.
"Fungsi hati dapat terganggu atau bahkan rusak jika terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol. Saat minuman beralkohol masuk ke dalam tubuh, hati akan berkerja lebih keras untuk memroses alkohol," sebut dr Hasri.
Ditambahkannya, fungsi otak bisa mengalami penurunan bila terlalu sering mengonsumsi alkohol.
Hal ini dikarenakan bahaya alkohol dapat mengganggu kinerja zat kimiawi di otak yang berfungsi sebagai pengatur fungsi otak.
Mengonsumsi alkohol secara berlebih dapat memicu munculnya gangguan pada jantung, seperti gangguan irama jantung, peningkatan tekanan darah, melemahnya otot jantung, hingga meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.
"Oleh karenanya, mulailah untuk mengurangi konsumsi alkohol untuk mencegah berbagai gangguan kesehatan," tutur dr Hasri.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/dokter-hasri-nopianto.jpg)