Pendaki Bukit Maras Hilang
Profil Bukit Maras Tempat Hilangnya Pendaki Hermansyah Putra, Pesonanya Memang Sulit Ditolak
Bagi yang hobi berpetualangan dan mendaki, Bukit Maras memiliki ketinggian 669Mdpl juga merupakan puncak tertinggi di Pulau Bangka
Penulis: Ardhina Trisila Sakti CC | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM - Bukit Maras menyimpan beragam keindahan dan pemandangan alam yang menakjubkan, dengan ciri khas hutan lebat, jalan terjal, curam dan bebatuan sepanjang jalur pendakiannya.
Bagi yang hobi berpetualangan dan mendaki, Bukit Maras memiliki ketinggian 669Mdpl juga merupakan puncak tertinggi di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini cocok untuk dicoba.
Ada beberapa jalur pendakian ke Bukit Maras yang sering ditempuh pendaki, di antaranya melalui Dusun Buhir, Desa Berbura, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka.
Adapun jarak dari Kota Kabupaten ke Desa Berbura sekitar 1 jam lebih perjalanan menggunakan kendaraan, dengan jarak kurang lebih 45 kilometer.
Pendaki tidak perlu cemas jika baru pertama kali datang ke Bukit Maras, kebanyakan warga di Desa Berbura, Dusun Buhir sangat ramah dan bersedia menunjukan jalur pendakian.
Jika ingin mengetahui seluk beluk Bukit ini, sang juru kunci yakni Damino (50) wajib ditemui, biasanya para pendaki sering berhenti dan memarkirkan kendaraannya sebelum mendaki di rumahnya.
Trek Terjal dan Berbatu
Keindahan Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Pulau Bangka memang memiliki daya tarik sendiri, baik wisata bahari maupun wisata alam yang indah di Pulau Timah Ini.
Di antara wisata yang menjadi daya tarik saat ini adalah Bukit Maras yang menawarkan sejuta ke indahan alam.
Bukit Maras yang terletak tak jauh dari Kota Pangakalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tepatnya di Dusun Buhir Desa Berbura, Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka.
Menjadi alternatif wisata bagi anda yang bosan berwisata di Pantai.
Kita disuguhkan pemandangan Bukit Maras dengan alam yang masih asri sesampai di pos pertama, kemudian ada air terjun di bawah kaki Bukit Maras yang identik dengan berbatuan dan kejernian airnya.
Dari pos satu untuk mencapai ke pos berikutnya kita harus melewati hutan lembah dengan jalan terjal, curam dan berbatuan sepanjang jalur pendakiannya.
Jalan yang akan dilewati begitu curam dan terjal, treknya berbatu-batu dan licin sehingga kita harus hati-hati serta selalu sigap.
Menurut Defri pendaki Bukit Maras, harus hati hati karena jalannya yang terjal dan curam dan juga treknya berbatu dan licin. Sehingga para pendaki harus sigap, dan tetap hati hati.
"Kita harus hati hati, supaya tidak terjadi kecelakan dan kaki kram, selalu menyiapkan peralatan kesehatan, untuk pertolongan pertama," ujar Defri, Sabtu (4/7/2020)
Sejak beberapa bulan kemarin Bukit Maras ini ditutup saat musim pandemi covid-19, sehingga banyak masyarakat harus yang perlu liburan untuk menenangkan pikiran setelah beberapa bulan di rumah.
"Mungkin mereka termotivasi dengan trek seperti ini, sehingga banyak yang berlibur ke sini, tempat ini juga sangat direkomendasikan bagi masyarakat mau berlibur sambil berolahraga," tambahnya.
Saat di puncak Bukit Maras banyak menemukan para pendaki yang datang dari beberapa daerah baik dari Pangkalpinang, Sungailiat, maupun dari Koba Bangka Tengah.
Mereka ke sini untuk refreshing. Selain para karyawan swasta, orang dewasa, terdapat juga anak sekolah mulai dari SMP maupun SMA yang mendaki ke Puncak Maras.
Sementara Amar anak usia sekolah dasar mengatakan merasa senang saat sampai di puncak Bukit Maras, walapun harus bersusah payah menaklukan trek jalan berbatuan dan curam.
"Senang banget, baru pertama kali ini pun diajak ayah dan teman temannya, tadi susah jalannya Alhamdulillah bisa dilewati, agak sedih susah sih," ujar Amar.
Sesampainya di puncak langsung disuguhkan dengan alam yang indah serta sunset yang begitu jelas serta suhu yang dingin dengan angin yang kencang.
Simak video selengkapnya:
Bukit Maras tertinggi di Pulau Bangka. rasa capek selama mendaki akan terbayar lunas saat mencapai puncak.
Sesampainya di puncak kita akan disugukan dengan pemandangan hutan yang indah dan akan sambut Sunset yang bergitu jelas terlihat.
Saat di puncak Maras ini para pendaki bisa mendirikan tenda, tepat di puncak itu terdapat tanah datar yang tidak begitu luas dengan permukaan berbatuan dan rumput.
Di sana hanya bisa mendirikan tenda kurang lebih sekitar 10 tenda saja, memang begitu karena terdapat jurang di sekeliling daerah itu.
Setelah 4 jam perjalanan yang melelahkan akhirnya sampai juga di Puncak Maras.
Rasa capek hilang seketika saat kaki telah menapak di puncak. Pemandangannya indah, apalagi saat sunset.
Semua langit berubah warna menjadi jingga dan sunrise tidak kalah indah yang memberikan sinar yang menakjubkan.
Saat malam hari para pendaki juga disuguhkan dengan lampu-lampu rumah warga mulai dinyalakan.
Pemandangan dari atas amat indah. Dengan suasana hening dan terdengar samar-samar suara obrolan di tenda tenda pendaki.
Di kaki Bukit Maras terdapat Air Terjun kecil yang hanya memiliki ketinggian beberapa meter dan dikelilingi batu-batu granit raksasa.
Walaupun kecil, air terjun ini tidak pernah kering saat musim kemarau. Bahkan warga sekitar sering mandi, mencuci dan mengambil air minum di air terjun ini.
Setelah menginap sehari di puncak Maras, pendaki turun ke kaki bukit lalu melepas lelah di air terjun ini.
Airnya yang dingin, sejuk dan jernih membuat rasa lelah sehabis mendaki dan turun hilang seketika.
Bukt Maras juga merupakan hutan konservasi, banyak pohon-pohon yang tumbuh di sana.
Udara amat sejuk, kita bisa menyegarkan pikiran yang jenuh dengan rutinitas di kota yang semrawut apalagi di musim pandemi Covid-19 saat ini.
Pendaki Hilang
Seorang pendaki hilang diduga tersesat di Gunung Maras, Desa Berbura, Kecamatan Riausilip, Kabupaten Bangka, Minggu (6/9/2020) pukul 10.00 WIB.
Pendaki yang diketahui bernama M Hermansyah Putra (35) warga Palembang yang berdomisili di Perum Mutia Indah, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.
Kepala Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang (Basarnas Babel) Fazzli mengatakan Informasi tersebut didapat dari Camat Bakam, Kabupaten Bangka Imran yang menyebutkan satu dari empat pendaki Gunung Maras hilang.
"Benar ada orang yang hilang diduga tersesat di Gunung Maras, saat ini sudah dibentuk tim gabungan (timgab) untuk melakukan pencarian, terhadap korban tersebut," ujar Fazzli, Minggu (6/9/2020).
M Hermansyah Putra bersama ketiga temannya Sarefi, Satria, dan Rusban mulai mendaki ke Gunung Maras, Minggu (6/9/2020) pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Sebelum mencapai puncak tepatnya di Pos kedua, ketiga temannya memutuskan untuk kembali ke bawah, sedangkan Hermansyah melanjutkan pendakian ke Puncak Gunung Maras.
Hingga pukul 17.35 WIB, Hermansyah belum juga turun ke bawah dan akhirnya warga sekitar memutuskan untuk menyusulnya.
Namun hingga pukul 20.45 WIB warga tidak menemukan korban yang diduga tersesat itu.
"Kami membuka Operasi SAR Gabungan yang melibatkan satu Tim Rescue Pangkapinang, Polsek Dalil, Aparat Desa Dalil dan Masyarakat Setempat, mencari korban di ketinggian 663 mdpl," ucapnya.
Tim gabungan sudah diberangkatkan ke tempat kejadian untuk melaksanakan pencarian korban tersebut.
(bangkapos.com/Ardhina Trisila Sakti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/berbura-kecamatan-riausilip.jpg)