Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Secara Spasial Deflasi Pangkalpinang Dipengaruhi Komoditas Hortikultura

Secara spasial, Kota Pangkalpinang mengalami deflasi sebesar 0,61% (mtm) disebabkan deflasi pada sub kelompok makanan yaitu komoditas hortikultura.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Rusaidah
DOK BANGKA POS
Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung, Tantan Heroika. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung, Tantan Heroika menyebutkan secara spasial, Kota Pangkalpinang mengalami deflasi sebesar 0,61% (mtm) terutama disebabkan oleh deflasi pada sub kelompok makanan yaitu komoditas hortikultura seperti bawang merah, bayam, kangkung dan sawi hijau.

Tantan mengatakan menurunnya harga komoditas tersebut disebabkan oleh tercukupinya pasokan selama masa panen raya dan penurunan permintaan setelah perayaan hari besar keagamaan.

"Serupa dengan Kota Pangkalpinang, Kota Tanjungpandan tercatat mengalami deflasi sebesar 0,67 persen (mtm) didorong oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau," kata Tantan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan komoditas yang memberikan andil terbesar dalam kelompok dimaksud yaitu komoditas daging ayam ras, kangkung, bayam dan bawang merah.

Pada Agustus, harga daging ayam ras mulai bergerak ke harga normal setelah mengalami kenaikan indeks harga yang cukup tinggi pada bulan Juli akibat terbatasnya pasokan DOC ke Belitung.

Sementara itu, komoditas ikan-ikanan masih memberikan andil tekanan inflasi pada Agustus akibat masih berlangsungnya gelombang tinggi.

Berdasarkan perkembangan indikator harga komoditas utama, pada September 2020, Bangka Belitung diperkirakan akan mengalami deflasi.

Permintaan pada September 2020 diperkirakan akan stabil seiring dengan tidak adanya perayaan kegiatan keagamaan maupun libur panjang.

"Laju tekanan inflasi akan didorong dengan berakhirnya masa panen beberapa komoditas utama seperti bawang merah dan cabai merah. Selain itu transisi kenaikan cukai rokok diprediksi masih akan berdampak pada inflasi September. Tekanan inflasi komoditas ikan-ikanan diperkirakan juga masih akan terjadi seiring masih berlangsungnya musim pancaroba," kata Tantan.

Melihat perkembangan inflasi hingga Agustus 2020, inflasi Bangka Belitung pada tahun 2020 diperkirakan akan cenderung bias ke bawah dari target sasaran inflasi.

Diakuinya, hal ini terjadi karena adanya penurunan permintaan akibat terbatasnya aktivitas dan mobilitas masyarakat selama pandemi Covid-19.

"Selain itu kondisi pasokan dan harga relatif terjaga seiring dengan peran aktif dan sinergi yang baik antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bangka Belitung dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk memastikan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi kebijakan," tutut Tantan. 

(*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved