Breaking News:

Berita Sungailiat

1000 Cup Sagomee Diperkenalkan Pada Pesta Adat Nirok Desa Kayubesi Puding Besar

Nirok adalah kegiatan menombak ikan di sungai yang dilakukan secara berkelompok.

Istimewa
Kegiatan nirok di Desa Kayu Besi Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Nirok adalah kegiatan menombak ikan di sungai yang dilakukan secara berkelompok.

Makna besar dari tradisi nirok adalah rasa kekeluargaan, kekompakan, dan menjaga kelestarian lingkungan.

Biasanya, ikan atau udang yang didapat bukan untuk dijual tetapi disantap bersama-sama setelah seharian berendam di dalam air.

Kegiatan semacam ini jarang ditemui di tengah masyarakat.

Jumat (11/09/2020), masyarakat Desa Kayu besi kecamatan Puding Besar menyelenggarakan Adat Kampung Nirok.

Ini merupakan acara penangkapan ikan secara masal.

Acara ini hanya diadakan pada musim kemarau panjang antara bulan September s.d. Oktober.

Alat yang digunakan berupa Tirok dan Tanggok.

Tirok adalah sebuah tongkat kayu yang dibagian pangkalnya dipasang mata tombak tanpa penyangga (ruit) terbuat dari Besi.

Sementara Tanggok adalah sebuah wadah terbuat dari rotan yang dijalin, digunakan untuk menanggok (menangkap) ikan.

Ritual ini merupakan wujud kearifan lokal dalam melestarikan ekosistem sungai karena penangkapan ikan dilakukan di sungai yang telah ditentukan dan diatur oleh dukun air.

Pada kesempatan tersebut, turut disajikan produk lokal ketahanan pangan berbasis kearifan lokal  yaitu Sagoome atau Mie Sagu Rumbia Bangka.

Ssebanyak 1.000 cup Middle Block Mie yang di sponsori oleh PT Langit Bumi Lestari ( Group Binaan PT Bangka Asindo Agri ) sebagai sajian menu makan setelah acara berlangsung.

Selain memperkenalkan Sagoome, acara tersebut juga memberikan edukasi agar potensi Pohon Sagu Rumbia Bangka bisa dikembangkan dan ditata kelola secara massif oleh masyarakat Kabupaten Bangka, khususnya masyarakat di Desa Kayu Besi yang banyak terdapat pohon pohon sagu rumbia alami.

"Sagomee sebagai produk program ketahanan pangan lokal dimasa Pandemi berharap masyarakat bisa menjaga kearifan lokal dan melestarikan lingkungan terutama sepanjang kawasan yang terdapat tumbuh pohon sagu rumbia Bangka," ungkap Pimpinan PT Langit Bumi Lestari Bangka Belitung Eka Margo P. (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved