Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Gadis Belia Dikurung Ayah Tiri di Kamar, Jawaban Polos Sang Putri Bikin Ibunya Meradang

Seorang bocah perempuan berusia 8 tahun di Pangkalpinang, sebut saja namanya Mawar, menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya.

Penulis: Yuranda | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Yuranda
Kepala Bagian Operasional Polres Pangkalpinang AKP Johan Wahyudi.  

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anak di bawah umur menjadi korban kekerasan seksual terjadi lagi di wilayah hukum Polres Pangkalpinang. 

Seorang bocah perempuan berusia delapan tahun di Pangkalpinang, sebut saja namanya Mawar, menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh ayah tiri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bangkapos.com kejadian tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur itu terjadi pada Jumat 13 Juni 2020 petang.

Kasus tersebut dilaporkan oleh ibu Mawar, ke Polres Pangkalpinang pada Jumat 4 September 2020, pekan lalu.

Menurut laporan polisi, pada saat kejadian ibu mawar baru pulang ke rumah dan melihat anaknya yang bernama Mawar, berumur 8 tahun, sedang berduaan di dalam kamar dengan ayah tirinya.

Waktu itu pintu kamar dalam keadaan terkunci.

Setelah Mawar keluar dari kamar, kemudian ibunya menanyakan kepada anaknya itu, apa yg telah terjadi di dalam kamar. 

Mawar dengan polos lalu menceritakan perbuatan bejad ayah tirinya yang telah mencabulinya.

Akibat kejadian tersebut ibu korban melaporkan kejadian ini ke Polres pangkalpinang untuk ditindaklanjuti.

"Iya ada, kasus tindak pidana persetubuhan di bawah umur, korbanya berusia delapan tahun," ujar Kabag Ops Polres Pangkalpinang AKP Johan Wahyudi, Kepada Bangka Pos, Jumat (11/9/2020) di Ruang kerjanya.

"Saat ini dalam penyidikan kasus ini, masih proses lebih lanjut," ujarnya lagi. 

Kata Johan, pelaku diduga ayah tiri yang melakukan tindakan pidana persetubuhan terhadap di bawah umur ini, dari korban umur 8 tahun, dan saat ini masih dalam proses sidik, Polres Pangkalpinang.

"Saat ini sudah dilakukan visum terhadap korban, pelaku berinisial TN. Masih proses lidik," kata Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satresktim Polres Pangkapinang Ipda Rizka Siti Amalia.

Sementara ibu dari Mawar, mengatakan dari pemeriksaan dan hasil visum sudah jelas anaknya menjadi korban pencabulan.

"Hasil visum sudah jelas, dan sudah diberikan ke PPA Polres Pangkalpinang, tinggal menunggu hasil Psikolog dari Polda Babel, ini sedang mengatur jadwalnya," ujar Ibu Mawar. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved