Breaking News:

Gadis Seksi Dihujat Netizen Setelah Curhat Dilarang Masuk Museum karena Payudara Terlihat

Museum karya seni Quai d'Orsay di Paris, Perancis, meminta maaf kepada seorang wanita, setelah petugas tidak mengizinkannya masuk.

Penulis: M Ismunadi | Editor: M Ismunadi
TWITTER @jeavnne
Wanita yang diidentifikasi bernama To dengan nama akun Twitter @jeavnne menjadi kontroversi di media sosial, karena curhat ditolak masuk museum gara-gara payudaranya terlihat. 

Ketiga perempuan itu ditegur sejumlah polisi di pantai Sainte-Marie-La-Mer, menyusul keluhan dari sebuah keluarga yang tengah berlibur di tempat wisata itu.

Insiden ini menimbulkan reaksi keras terhadap tindakan para polisi tersebut.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin, mendukung aktivitas ketiga perempuan yang berjemur tanpa penutup dada.

Dia mencuit di akun Twitter-nya: "Kebebasan adalah sesuatu yang berharga".

Dia mengatakan tindakan aparat yang meminta agar para perempuan itu mengenakan pakaian merupakan kesalahan.

Siaran pers yang diunggah di Facebook oleh Kepolisian Pyrenees-Orientales mengatakan insiden itu terjadi pada pekan lalu.

Dua polisi telah meminta agar tiga perempuan itu agar menutupi dada mereka, setelah ada permintaan sebuah keluarga lantaran ada anak-anak berada tidak jauh dari situ.

"Didorong niat untuk menertibkan, polisi bertanya kepada orang-orang di sekitarnya apakah mereka setuju menutupi dada setelah dijelaskan alasannya," demikian keterangan resmi kepolisian.

Namun pihak kepolisian mengakui: "Tidak ada aturan yang melarang praktik ini (berjemur tanpa penutup payudara) di Sainte-Marie-la-Mer."

Tindakan aparat polisi telah memicu kritik di media sosial.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved