Breaking News:

Gadis Seksi Dihujat Netizen Setelah Curhat Dilarang Masuk Museum karena Payudara Terlihat

Museum karya seni Quai d'Orsay di Paris, Perancis, meminta maaf kepada seorang wanita, setelah petugas tidak mengizinkannya masuk.

Penulis: M Ismunadi | Editor: M Ismunadi
TWITTER @jeavnne
Wanita yang diidentifikasi bernama To dengan nama akun Twitter @jeavnne menjadi kontroversi di media sosial, karena curhat ditolak masuk museum gara-gara payudaranya terlihat. 

Beberapa mempertanyakan apa yang disebut sebagai gelombang "nilai-nilai sopan-santun" yang melanda Prancis.

Sementara lainnya mempertanyakan apakah praktei berjemur di pantai tanpa penutup dada saat ini telah dilarang.

Juru bicara kepolisian Letkol Maddy Scheurer menyalahkan "kecerobohan" kedua petugasnya atas insiden tersebut.

"Anda akan selalu melihat saya berseragam," tulisnya,

"tetapi kegiatan berjemur tanpa penutup dada diperbolehkan di pantai Sainte-Marie-la-Mer."

Mendagri Darmanin mengatakan tindakan polisi itu salah, namun dia kemudian menambahkan: "hal yang normal bagi pemerintah untuk mengakui kesalahannya".

Aktivitas berjemur tanpa mengenakan penutup dada bagi kaum perempuan tidak dilarang di Prancis, walaupun otoritas lokal dapat melarangnya.

Sebuah survei yang dilakukan situs VieHealthy pada 2019 menunjukkan bahwa praktik berjemur tanpa penutup payudara kini kurang umum dilakukan di Prancis jika dibandingkan dengan masa lalu.

Survei itu menyebut 22 persen responden perempuan Prancis pernah berjemur tanpa bra, lebih sedikit ketimbang 48 persen perempuan Spanyol dan 34 persen perempuan Jerman. (*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Curhat Dilarang Masuk Museum karena Payudara Terlihat, Gadis Ini Dihujat Netizen.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved