Breaking News:

Pilkada Bangka Belitung

Kampanye Mesti Kreatif, Inovatif dan Dekat dengan Kebutuhan Masyarakat

Menurutnya, ada dua hal penting saat ini, kampanye harus realistis, inovatif dan dekat dengan kebutuhan masyarakat

bangkapos.com
Rektor Universitas Bangka Belitung, Dr Ibrahim ditemui usai Wisuda UBB XX. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Dosen Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (UBB) yang juga pengamat politik di Babel, Ibrahim mengatakan, politisasi bantuan sosial peduli covid-19 akan terhenti seiring dengan akan cutinya para calon kepala daerah incumbent selama masa kampanye.

Meski demikian, bantuan sosial yang telah banyak disalurkan sedikit banyak memberikan dukungan kepada para calon incumbent karena kebutuhan masyarakat pada bantuan sulit dibedakan sumbernya.

"Sebenarnya menurut saya ini soal keuntungan sekaligus aspek moralitas. Kita tidak bisa memungkiri bahwa incumbent banyak diuntungkan oleh sumber daya birokrasi yang dapat digerakkan untuk kepentingan politis," kata Ibrahim kepada Bangkapos.com, Jumat (11/9/2020)

Dia menyebutkan, namun, aspek moralitas menjadi salah satu pertimbangan penting bagi para incumbent untuk menjaga batas-batas politisasi bantuan sosial tersebut.

"Saat ini masyarakat sedang membutuhkan gagasan soal kebuntuan ekonomi dan perkembangan sosial yang terjadi. Kampanye harus cerdas dan berbasis pada kebutuhan publik," tegasnya

Menurutnya, ada dua hal penting saat ini, kampanye harus realistis, inovatif dan dekat dengan kebutuhan masyarakat, juga menyangkut soal media yang harus lebih sederhana dan aksesibel.

"Semoga kampanye kali ini bisa lebih fokus pada program, bukan pada pemberian. Basis kampanye harus substantif, Covid-19 saya kira membantu mempercepatnya," tuturnya

(Bangakapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved