Breaking News:

Kenali Gejala Berat Covid-19 dan Penanganannya

Para ahli dan peneliti, sejak virus ini menyebar di akhir Desember 2019, mulai mengelompokkan gejala virus corona dari ringan, sedang, dan berat.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Gejala Berat Covid-19 

BANGKAPOS.COM - Sebagai virus yang baru, virus corona SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 masih banyak diselimuti misteri.

Bagaimana virus ini memberi dampak pada orang yang terinfeksi, bagaimana cara penyembuhannya dan yang masih terus diteliti salah satunya adalah gejala-gejalanya.

Virus ini bisa menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada orang yang terinfeksi. Mulai dari gejala ringan, sedang dan berat.

Para ahli dan peneliti, sejak virus ini menyebar di akhir Desember 2019, mulai mengelompokkan gejala- gejala virus corona dari gejala ringan, sedang, hingga gejala berat.

Mengutip tanya jawab seputar virus corona yang disusun Kementerian Kesehatan, USAID, dan Germas, mei 2020 lalu, gejala berat Covid-19 di antaranya:

  • Demam lebih dari 38 derajat celsius menetap
  • penurunan kesadaran
  • Dalam pemeriksaan lanjut, ditemukan saturasi oksigen kurang dari 90 persen udara luar
  • Ada infeksi saluran pernafasan dengan tanda-tanda peningkatan frekuensi nafas (>30x/menit) hingga sesak nafas (respiratory distress), batuk.
  • Dalam pemeriksaan darah, leukopenia, peningkatan monosit, dan peningkatan limfosit atipik.
  • Penderita juga dapat mengalami nyeri dada, bibir, kulit, dan wajah tampak kebiruan, kulit pucat dan keringat dingin, dada yang berdebar-debar, dan pusing atau sakit kepala berat.

Langkap penanganan:

  • Dilakukan isolasi sesuai dengan kriteria.
  • Pada kasus gejala berat/kritis, pengambilan spesimen dilakukan untuk follow up pemeriksaan RT-PCR dilakukan di rumah sakit
  • Pengambilan spesimen dilakukan oleh petugas laboratorium setempat yang berkompeten dan berpengalaman baik di fasyankes atau lokasi pemantauan.
  • Pemantauan dilakukan berkala selama belum dinyatakan selesai isolasi.
  • Petugas kesehatan memberikan komunikasi risiko pada kasus termasuk kontak eratnya berupa informasi mengenai Covid-19, pencegahan penularan, tata laksana lanjut jika terjadi perburukan, dan lainnya.
  • Penyelidikan epidemologi pada kasus konfirmasi juga termasuk dalam mengidentifikasi kontak erat.
  • Bila terjadi perbaikan klinis, maka untuk follow-up pasien, dilakukan pengambilan swab 1 kali yaitu pada hari ketujuh untuk menilai kesembuhan.
  • Dinyatakan selesai isolasi apabila telah mendapatkan hasil pemeriksaan follow-up PT-PCR 1 kali negatif ditambah minimal 3 hari tidak lagi menunjukan gejala demam dan gangguan pernafasan.

Berikut infografik Gejala Berat Covid-19 dan Langkah Penanganannya Sebagaimana dilansir kompas.com:

Infografik: Gejala Berat Covid-19
Infografik: Gejala Berat Covid-19 (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul INFOGRAFIK: Gejala Berat Covid-19 dan Penanganannya.

Penulis: didit
Editor: didit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved