Breaking News:

Serunya Tradisi Nirok di Bangka Belitung untuk Lindungi Alam, Menombak Ikan Beramai-ramai

Baru-baru ini Nirok juga digelar di Sungai Aikelap, Desa Kayubesi, Kecamatan Puding Besar, Jumat (11/9/2020).

ist
134 Peserta Lomba Nirok di Sungai Aiklelap Desa Kayubesi Kecamatan Puding Besar Bangka, Jumat (11/9/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempunyai suatu tradisi unik yang masih terjaga hingga saat ini.

Tradisi tersebut adalah Nirok.

Baru-baru ini Nirok juga digelar di Sungai Aikelap, Desa Kayubesi, Kecamatan Puding Besar, Jumat (11/9/2020).

Pada tradisi ini, lebih dari seratus orang nyebut ke sungai secara bersamaan.

Warga terjun ke sungai seraya menggenggam tombak di tangan masing-masing.

134 peserta Lomba Nirok di Sungai Aiklelap Desa Kayubesi Kecamatan Puding Besar Bangka, Jumat (11/9/2020)
134 peserta Lomba Nirok di Sungai Aiklelap Desa Kayubesi Kecamatan Puding Besar Bangka, Jumat (11/9/2020) (Ist)

Sasarannya, berbagai jenis ikan yang terlihat di dalam air sungai itu.

Mereka turut meramaikan acara Lomba Nirok tahun 2020.

Nirok berarti tombak atau nombak, sehingga setiap peserta wajib membawa tombak masing-masing saat terjun ke sungai.

Tercatat sebanyak 134 orang peserta di perlombaan ini.

"Nirok ikan di sungai, artinya nyari ikan pake tombak. Lomba Nirok di Sungai Aiklelap, belakang perumahan Warga Transmigrasi Desa Kayubesi. Lomba Nirok diikuti 134 orang peserta," kata Kepala Desa (Kades) Kayubesi Rasidi diwakili Sekdes Junaidi kepada Bangka Pos, Jumat (11/9/2020).

134 Peserta Lomba Nirok di Sungai Aiklelap Desa Kayubesi Kecamatan Puding Besar  Bangka, Jumat (11/9/2020)
134 Peserta Lomba Nirok di Sungai Aiklelap Desa Kayubesi Kecamatan Puding Besar Bangka, Jumat (11/9/2020) (ist)
Halaman
1234
Penulis: Dedy Qurniawan (CC)
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved