Breaking News:

Berita Sungailiat

33 Pendekar Silat PSHT Berhak Menjadi Pelatih

Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bangka mengangkat dan mengesahkan sebanyak 33 anggota baru di Gedung Krida Stannia Kecamatan Belinyu

Penulis: edwardi | Editor: khamelia
Bangkapos/Edwardi
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bangka mengangkat dan mengesahkan sebanyak 33 anggota baru di Gedung Krida Stannia Kecamatan Belinyu, Minggu (13/09/2020). 

BANGKAPOS.COM - Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bangka mengangkat dan mengesahkan sebanyak 33 anggota baru di Gedung Krida Stannia Kecamatan Belinyu, Minggu (13/09/2020).

Dengan adanya pengesahan 33 anggota baru ini sebagai salah satu proses bahwa anggota baru ini berhak menjadi pelatih di PSHT.

Ketua PSHT Cabang Bangka Jaman mengatakan 33 anggota yang disahkan berasal dari PSHT Ranting Simpang Rimba Bangka Selatan, PSHT Ranting Lubuk BesaBangka Tengah dan PSHT Ranting Belinyu Kabupaten Bangka.

Warga Jakarta Tinggal di Matras Terpapar Covid-19

Pemancing Ikan Tewas di Sungai Mangarau, Begini Penjelasan Polisi

"Total semua yang disahkan adalah 33 anggota baru. Itu artinya mereka sudah berkah untuk melatih di PSHT sebagai warga tingkat I," kata Jaman.

Jaman menjelaskan sebelum disahkan terlebih dahulu harus melewati berbagai tingkatan sabuk selama latihan. Selain itu, terdapat kurikulum atau pembelajaran di PSHT yang harus diikuti terlebih dahulu.

"Selama latihan 33 anggota ini diberi pelajaran sesuai dengan kurikulumnya. Seperti senam, jurus, permainan senjata seperti toya dan lainnya," ujar Jaman.

Sementara itu Camat Belinyu, Syarli Nopriansyah sangat mengapresiasi apa yang dilakukan PSHT.

"Jujur saya baru pertama kali hadir di kegiatan seperti ini. Ketika saya diberi undangan, saya pastikan akan hadir. Sebab saya adalah insan pesilat," jelasnya.

Syarli berpesan untuk dapat terus mengembangkan dan mempertahankan pencak silat.

"Pencak silat merupakan warisan budaya asli bangsa Indonsia. Kita tidak ingin, jangan sampai anak cucu kita ke depan, hanya bercerita mengenai pencak silat," imbuh Syarli.

Ditambahkannya anak cucu kita hanya bisa bercerita dulu atok kami pendekar silat. Tapi anak cucu kita tidak tahu bermain silat. Hanya bisa bercerita.

"Nah ini jangan sampai kejadian," ujarnya.

Untuk itu ia berpesan agar terus menjaga tradisi ini sehingga pencak silat tidak hanya sebagai cerita belaka.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved