Breaking News:

Keunikan Budaya Desa Kayu Besi, Menombak Ikan Hingga Keganasan Buaya Besar Pemangsa Manusia

Desa Kayu Besi memiliki keunikan dibandingkan dengan daerah lainnya, selain budayanya Desa Kayu Besi juga dikenal dengan keganasan buayanya

Penulis: Hendra (CC) | Editor: Hendra
Bangka Pos/Dok
Warga menangkap buaya di Desa Kayu Besi Kabupaten Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Desa Kayu Besi, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung memiliki keunikan tersendiri.

Tak hanya daerahnya, adat serta budaya di warga Desa Kayu Besi pun berbeda dari daerah lainnya yang ada di Bangka Belitung.

Baru-baru ini, Jumat (11/9/2020) warga Desa Kayu Besi, menggelar kegiatan Acara Lomba Nirok Tahun 2020. 

Kata Nirok merupakan bahasa daerah setempat yang artinya menombak.

Dalam perlombaan itu, warga beramai-ramai ke Sungai Aik Kelap untuk menombak ikan.

Dalam lomba ini memang tak ada kategori khusus ikan apa yang ditombak.

Tetap yang masuk dalam penilaian adalah perolehan ikan terberat, terbesar dan terbanyak.

134 peserta Lomba Nirok di Sungai Aiklelap Desa Kayubesi Kecamatan Puding Besar Bangka, Jumat (11/9/2020)
134 peserta Lomba Nirok di Sungai Aiklelap Desa Kayubesi Kecamatan Puding Besar Bangka, Jumat (11/9/2020) (Ist)

Tercatat sebanyak 134 orang peserta di perlombaan ini.

"Nirok ikan di sungai, artinya nyari ikan pake tombak. Lomba Nirok di Sungai Aiklelap, belakang perumahan Warga Transmigrasi Desa Kayubesi. Lomba Nirok diikuti 134 orang peserta," kata Sekdes Junaidi kepada Bangka Pos, Jumat (11/9/2020).

Kategori yang diperebutkan dalam perlombaan ini masing-masing kategori ikan terberat atau terbesar, juara 1,2 dan 3 dan kategori ikan terbanyak juara 1,2 dan 3.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved