Breaking News:

Berita Sungailiat

Pemancing Ikan Tewas di Sungai Mangarau, Begini Penjelasan Polisi

Seorang pemancing ikan di Sungai Mangarau Desa Penagan Kecamatan Mendobarat Bangka, ditemukan tewas, Minggu (13/9/2020).

Istimewa
Tim gabungan melakukan pencarian jasad Sawi, korban tenggelam di Sungai Mangarau Kecamatan Mendobarat Bangka, Minggu (13/9/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Seorang pemancing ikan di Sungai Mangarau Desa Penagan Kecamatan Mendobarat Bangka, ditemukan tewas, Minggu (13/9/2020).

Dua hari kemudian jasad korban bernama Sawi (25) berhasil dievakuasi oleh tim gabungan. Diduga korban jatuh dari peragu ke dasar sungai karena mengidap penyakit. Korban tenggelam lalu meningal dunia.

Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan, Minggu (13/9/2020) menjelaskan kronologis kejadian ini.

"Bermula pada Hari Sabtu Tanggal 12 September 2020 sekira Pukul 14.30 WIB kami mendapati informasi bahwa adanya warga yang hilang saat memancing di Sungai Mangarau Desa Penagan Mendobarat Bangka," kata Kapolres.

Kemudian sekitar Pukul 17.00 WIB, perangkat desa bersama Personil Polsek Mendobarat mendatangi lokasi kejadian (TKP) di sungai perbatasan Desa Penagan dan Desa Labu Air Pandan Mendobarat. Tim gabungan ke TKP untuk memulai melakukan pencarian di sekitar sungai tersebut.

"Awal kronologisnya pada hari Jumat tanggal 11 September 2020 korban atas nama Sawi bin Baidi bersama tiga rekannya bernama Muslimin, Paik dan Armanto memancing di sebuah kolong di daerah Bukit Lui Desa, Penagan. Kemudian mereka sepakat menginap di lokasi tersebut dan kemudian melanjutkan mancing ke Sungai Mangarau Desa Penagan," kata Kapolres.

Keesokan harinya, saat pagi hari,  Sabtu (12/9/2020) korban dan rekannya memancing menggunakan perahu masing-masing dan mereka berpencar di areal sungai tersebut.

Tak beberapa lama teman korban bernama Muslimin menemukan perahu yang sebelumnya digunakan korban, Sawi dalam keadaan kosong.

"Perahu korban Sawi tanpa pengemudi namun barang-barang korban berupa tas, handphone dan alat pancing korban masih ada di dalam perahu. Sedangkan dalam perahu sebagian  sudah berisikan air. Mendapati hal tersebut ketiga teman korban kemudian berusaha mencari di sekitar lokasi namun korban tidak ditemukan," kata Kapolres saat memberikan keterangan didampingi Kabag Ops AKP Teguh dan Kapolsek Mendobarat AKP Agus.

Teman-teman korban pun panik lalu naik ke darat serta melaporkan ke pihak desa dan Polsek Mendobarat. Tim kemudian meminta data riwayat korban.

"Hasilnya, diketahui berdasarkan keterangan dari keluarga korban bernama Iskandar dan Rosidi bahwa korban Sawi memiliki riwayat penyakit epilepsi atau ayan dan penyakit asma," kata Kapolres.

Selanjutnya, Pukul 17.30 WiB, tim yang terdiri dari perangkat desa, Polsek Mendobarat  beserta Basarnas melakukan pencarian lebih lanjut.

Pencarian dilakukan tim gabungan melalui cara menyisiri sungai sampai ke titik lokasi ditemukan perahu korban tersebut. Sekitar Pukul 21.00 WIB, tim memutuskan untuk menghentikan pencarian mengingat situasi di lokasi dan kondisi pada saat itu sudah gelap.

Pencarian dilanjutkan pada esok hari, pada Minggu Tanggal 13 September 2020 sekira Pukul 06.00 WIB. Kapolsek Mendobarat AKP Agus bersama anggota, Tim Basarnas dan Polair Polres Bangka melanjutkan pencarian korban.

"Pencarian membuahkan hasil, sekira Pukul 08.05 WIB. Ketika itu tim menemukan korban Sawi yang tenggelam tersebut dengan kondisi sudah meninggal dunia. Selanjutnya korban langsung dibawa kerumah duka di Dusun Bukit Lui Desa Penagan untuk diserahkan ke pihak keluarga agar dikebumikan di TPU Desa Penagan," jelas Kapolres memastikan pihak keluarga korban atas nama Iskandar dan Rosidi menolak dilakukan visum atau otopsi karena korban meninggal akibat kecelakaan bukan akibat tindak pidana. (bangkapos.com/ ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved