Breaking News:

Berita Sungailiat

Gelar Sosialisasi ke Petugas Puskesmas, Pencegahan Stunting Perlu Intervensi Gizi Terpadu

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menggelar kegiatan pencegahan stunting di Hotel Novilla Sungailiat, Senin (14/9/2020).

Bangkapos.com/Edwardi
DINKES Kabupaten Bangka menggelar kegiatan pencegahan stunting di Hotel Novilla Sungailiat, Senin (14/9/2020). 

BANGKAPOS.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menggelar kegiatan pencegahan stunting di Hotel Novilla Sungailiat, Senin (14/9/2020).

Kegiatan yang diikuti sebanyak 60 orang dalam enam hari ini, terdiri dari pengelola program Promkes, gizi, kesling dan bidan koordinator seluruh Puskesmas se-Kabupaten Bangka.

Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Bangka, Syahbudin melalui zoom meeting bersama tiga narasumber dari Direktorat Jenderal Promosi Kesehatan, Kemenkes RI dan disiarkan Youtube live streaming hingga 19 September 2020.

Wakil Bupati Bangka, Syahbudin mengatakan prevalensi stunting di Kabupaten Bangka hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) tahun 2013 sebesar 32,27 persen.

"Untuk itu perlu upaya keras yang didukung oleh semua sektor dalam penurunan prevalensi stunting yang menitikberatkan pada penanganan. Penyebab langsung adalah konsumsi makanan dan status infeksi sedangkan penyebab tidak langsung meliputi, ketersediaan makanan dan pola konsumsi, pola asuh, kebersihan sanitasi dan pelayanan kesehatan," kata Syahbudin.

Ia menambahkan pencegahan stunting memerlukan intervensi gizi yang terpadu.

Mulai dari intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif, intervensi yang terpadu untuk menyasar prioritas yang merupakan kunci keberhasilan perbaikan gizi dan tumbuh kembang anak serta pencegahan stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Bangka, dr Then Suyanti mengatakan kegiatan orientasi komunikasi perubahan perilaku melalui komunikasi antar pribadi ini, diadakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan dalam merubah perilaku dan kesadaran masyarakat, serta perilaku kunci yang berpengaruh pada risiko stunting.

"Untuk itu strategi nasional komunikasi perubahan perilaku yang terpadu diperlukan agar terjadi pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing pemangku kepentingan untuk mendukung komunikasi perubahan perilaku sebagai salah satu upaya dalam pencegahan stunting," kata Then. (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Ajie Gusti Prabowo
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved