Breaking News:

Berita Pangkalpinang

JPU Ungkap Aksi Rudi Bak Bajak Laut Bersenjata Api, Merompak Nelayan di Perairan Pulau Nangka

Tanpa didampingi penasehat hukum, Rudi yang berada di Lapas Tuatunu, menjalani sidang melalui video telekonferens dengan agenda pembacaan dakwaan.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Suasana sidang dengan terdakwa Rudi melalui video telekonferens, di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Senin (14/9/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Badan Rudi (40) memang terkurung di Lembanga Permasyarakatan (Lapas) Tuatunu, Kota Pangkalpinang.

Namun proses hukumnya atas kejahatan perompakan (bajak laut) bersenjata yang diduga dilakukan dirinya tetap berjalan meski hanya lewat video telekonferens. 

Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang mengelar sidang perdana untuk kasus kejahatan pelayaran dengan terdakwa Rudi.

Tanpa didampingi oleh penasehat hukum terdakwa yang berada di Lapas Tuatunu, menjalani sidang melalui video telekonferens dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Retni Natalia.

Sebelumnya terdakwa melakukan tindak pidana kejahatan pelayaran pada Rabu (19/06/2020), dengan beraksi di sekitar wilayah perairan pulau Nangka, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung.

"Terdakwa bersama Megi (DPO) berangkat dari sungai batang menggunakan satu speed lidah milik terdakwa, kedua melihat nelayan menjaring ikan lalu mendatanginya," ujar JPU Retni Natalia.

"Keduanya mengancam dengan menggunakan senjata api rakitan, lalu mengambil mesin penggerak sehingga korban mengalami kerugian hingga Rp 17 juta," katanya.

Tak hanya satu korban, terdakwa dan rekannya pun diketahui melanjutkan aksinya kepada nelayan lain yang juga mengancam dengan senpi rakitan jenis revolver milik terdakwa Rudi.

Lebih lanjut usai diketahui terdakwa berhasil menggasak satu unit mesin 18 PK, dan satu unit mesin perahu 9,8 PK yang kini menjadi barang bukti persidangan.

"Usai melakukan aksinya terdakwa pergi menuju sungai Jeruju, Sumatera Selatan dan langsung menurunkan barang-barang dan disembunyikan di semak-semak," kata JPU.

"Setelah satu minggu terdakwa berada di Rawa, Lampjng mendapatkan informasi hasil rompakan ditemukan oleh Dit Polairud Polda Bangka Belitung," ungkapnya.

Usai mendengarkan dakwaan dari JPU, majelis hakim yang dipimpin oleh Siti Hajar Siregar pun menutup dan melanjutkan persidangan pada Rabu (16/09/2020) dengan agenda saksi. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: eltjandring
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved