Minggu, 26 April 2026

Advertorial

Maju Wakil Bupati, Badri Syamsu Fokus Perbaiki Ekonomi

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sekaligus Bakal Calon Wakil Bupati Kabupaten Bangka Barat, H. Badri Syamsu bakal fokus memperbaiki kondisi

Editor: nurhayati
ist
Maju Wakil Bupati, Badri Syamsu Fokus Perbaiki Ekonomi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sekaligus Bakal Calon Wakil Bupati Kabupaten Bangka Barat, H. Badri Syamsu bakal fokus memperbaiki kondisi ekonomi yang tengah terpukul pandemi virus corona. Perhatiannya tertuju pada sektor ekonomi kerakyatan seperti sektor usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM serta menjaga stabilitas harga komoditas pertanian.

Badri mengatakan, untuk menggeliatkan kembali sektor UMKM upaya pertama yang dilakukan yakni dengan cara menjaga daya beli masyarakat. Upaya ini dilakukan dengan cara memberikan bantuan sosial (Bansos) dengan tepat sasaran.

"Selama ini UMKM banyak menyerap tenaga kerja, perlu menjadi perhatian serius pemerintah agar bisa bertahan," kata Badri, Senin (14/9/2020).

Menurut dia, selama ini UMKM mampu menyelamatkan ekonomi nasional ketika terjadinya krisis lantaran tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi. Sedangkan untuk sektor industri padat karya, saat ini kondisinya belum dapat diharapkan menyerap tenaga kerja.

Di sektor pertanian dan perkebunan, Badri menjelaskan pihaknya akan berusaha menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) sawit sebagai salah satu komoditas andalan. Terlebih lagi, saat ini ada investasi untuk membangun pabrik crude palm oil (CPO) berskala internasional yang akan memproduksi refinery minyak goreng dengan total investasi lebih kurang Rp 1 triliun. 

"Proyek itu tinggal pelaksanaannya saja, dengan begitu kita bisa menjaga stabilitas harga sawit," kata dia.

Sementara itu, Bakal Calon Bupati Kabupaten Bangka Barat, Markus yang menjadi pasangannya dalam Pilkada tahun ini berupaya untuk menggaet investor menanamkan modalnya. Setelah mampu mendatangkan investasi senilai Rp 2 triliun di tahun ini, ia tengah menjajaki 14 perusahaan potensial untuk membiayai budidaya tambak udang.

Dengan wilayah geografis di Kabupaten Bangka Barat yang memiliki garis pantai panjang, potensi budidaya udang sangat besar. Ini harus dimanfaatkan pemerintah untuk menggeliatkan kembali ekonomi.

"Pasca tambang, pemerintah melihat salah satu sektor yang bisa membantu menciptakan banyak lapangan pekerjaan adalah tambak udang," ujar Markus.

Langkah tersebut juga bertujuan agar dapat mencapai target Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan ekspor udang hingga 250% di tahun 2024.

Berdasarkan data United Nations Comtrade menunjukkan rata-rata nilai ekspor udang dengan kode HS 0306 pada 2015-2018 sebesar -2,19%. Pada tahun lalu, nilai ekspor udang menurun 6,84% dari US$ 1,69 juta atau setara Rp 24,8 triliun pada 2017 menjadi US$ 1,57 juta atau setara Rp 23,1 triliun.

Sementara volume ekspor udang justru mengalami kenaikan dengan rata-rata pertumbuhan 2015-2018 sebesar 1,91%. Tren ekspor udang mengalami peningkatan sejak 2016. Tercatat pada 2018 volume ekspor udang naik 2,18% dari 169,2 ribu ton pada 2017 menjadi 172,9 ribu ton.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved