Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sederet Tahap yang Dilakukan BPN Terhadap Status Kepemilikan Sertifikat Ganda

Mengecek keaslian sertifikat tanah penting dilakukan oleh setiap orang yang akan membeli lahan, rumah maupun bangunan.

bangkapos.com
Kasubag Tata Usaha Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Pangkalpinang, Nurhamzah Adi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Mengecek keaslian sertifikat tanah penting dilakukan oleh setiap orang yang akan membeli lahan, rumah maupun bangunan.

Langkah ini dilakukan sebagai bukti kepemilikan terhadap tanah ataupun lahan dan untuk mengantisipasi penipuan.

Kasubag Tata Usaha Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Pangkalpinang, Nurhamzah Adi mengatakan selama bertugas pihaknya pernah menangani beberapa permasalahan sertifikat palsu.

"Biasanya ini akan ketahuan aneh mulai dari di tahun pembuatannya, logo, tanda tangan kepala kantor dan kita juga punya salinan bukti tanah, tentu ini akan ketahuan jika berbeda atau palsu," ungkap Adi kepada bangkapos.com, Senin (14/9/2020).

Sementara itu, jika ada sertifikat ganda dua kepemilikan yang saling mengakui terhadap kepemilikan tanah, maka pihaknya akan melakukan mediasi dan memproses lebih lanjut terkait bukti surat menyurat dari masing-masing pemilik.

"Disini kita akan lihat alat haknya berupa bukti-bukti surat, seperti surat lurah, camat, surat pendukung jual beli dan kita juga harus mengetahui silsilah lengkap dari awal. Jika misalkan kedua bela pihak ngotot dan sama-sama punya beberapa bukti, maka selanjutnya akan dilarikan ke pengadilan," jelas Adi.

Sementara itu, untuk membuat sertifikat tanah ada beberapa hal atau persyaratan yang harus dilengkapai, seperti fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) dari pemohon, fotokopi NPWP, sertifikat asli hak guna bangunan (SHGB), fotokopi izin mendirikan bangunan (IMB), surat pernyataan kepemilikan lahan dan lainnya.

Dikatakan Adi, selama pandemi pihaknya mengakui terjadinya penurunan pelayanan di Kantor Pertanahan Kota Pangkalpinang.

"Untuk pelayanan kita saat ini menurun, disamping itu juga karena kita harus mengukur langsung ke lapangan, tentunya dengan situasi saat ini orang yang bertugas dilapangan juga merasa khawatir dan terganggu. Sementara kita tidak bisa juga menyalahkan mereka, dan kemungkinan target tahun ini tidak tercapai," sebut Adi.

(*)

Penulis: Sela Agustika
Editor: Rusaidah
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved