Breaking News:

Waspada Penipuan Jual Beli Tanah, Cek Keaslian Surat dan Ini Syarat Bikin Sertifikatnya

Meski ada sertifikat tanah/lahannya, tak jarang juga ditemukan permasalahan sertifikat palsu atau tumpang tindih lahan

blog.tribunjualbeli.com
Ilustrasi sertifikat 

BANGKAPOS.COM-- Kasus jual beli lahan tak sedikit naik ke meja hijau. Prosesnya yang dijalani cukup panjang, bahkan tak sedikin menelan biaya.

Karenanya sebelum membeli lahan kepada seseorang, sangat penting dilakukan menanyakan soal surat tanah/lahan dan mengecek keasliannya.

Ada baiknya juga melakukan pengecekan atau menanyakan ke warga sekitar lahan yang hendak dibeli terkait status dan kepemilikannya.

Perlunya langkah ini dilakukan agar kita tak menjadi korban penipuan jual beli tanah/lahan.

Karenanya butuh pembuktian dengan surat kepemilikan ditambah dengan pengakuan warga sekitar.

Meski ada sertifikat tanah/lahannya, tak jarang juga ditemukan permasalahan sertifikat palsu atau tumpang tindih lahan.

Hal ini diakui oleh Kasubag Tata Usaha Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Pangkalpinang, Nurhamzah Adi.

"Biasanya ini akan ketahuan aneh mulai dari di tahun pembuatannya, logo, tanda tangan kepala kantor dan kita juga punya salinan bukti tanah, tentu ini akan ketahuan jika berbeda atau palsu," ungkap Adi kepada bangkapos.com, Senin (14/9/2020).

Permasalahan lainnya ada juga yang muncul. Yakni ditemukannya sertifikat ganda dua kepemilikan.

Masing-masing pihak kata Adi saling mengklaim. 

Halaman
123
Penulis: Hendra (CC)
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved