Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pondok Pesantren Hidayatussalikin Bangun Rumah untuk Guru, Tempat Belajar Santri Entrepreneur

Para santri bukan hanya mengamalkan ilmu tentang agama untuk bekerja, tetapi mengamalkan ilmu dengan menjadi presiden atau pemimpin untuk dirinya.

Bangkapos.com/Yuranda
Kapolres Pangkalpinang AKBP Tris Lesmana Zeviansyah, berkesempatan meletakkan batu pertama pembangunan perumahan guru pesantren Hidayatussalikin dan menatanam pohon, Selasa (15/9/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kapolres Pangkalpinang AKBP Tris Lesmana Zeviansyah, menghadiri kegiatan peletekan batu pertama perumahan guru di lingkungan pondok pesantren Hidayatussalikin dan gerakan menanam 1000 pohon, Selasa (15/9/2020).

Ketua PWNU Bangka Belitung, sekaligus pendiri pesantren Hidayatussalikin, KH. Ahmad Ja’far Siddiq mengatakan kegiatan peletakan batu pertama perumahan para guru di pesantren Hidayatussalikin ini sekaligus gerakan menanam 1000 pohon.

"Pesantren ini, Pesantren Entrepreneur, selain menimba ilmu tentang agama, kami juga mengajarkan para santri untuk belajar tentang pembuatan dan pemasaran produk," ujar KH Ahmad Ja’far Siddiq, di lokasi peletakan batu pertama perumahan, Selasa (15/9/2020).

Sehingga setelah mereka selesai dari Pondok Pesantren ini, kata dia, para santri bukan hanya mengamalkan ilmu tentang agama untuk bekerja, tetapi mengamalkan ilmu dengan menjadi presiden atau pemimpin untuk dirinya.

Sehingga ilmu yang didapatkan bisa berkembang, dan berguna bagi orang banyak maupun diri sendiri.

"Ide membuat Pesantren Entrepreneur ini sudah lama karena saya latar belakang bukan hanya seorang kiyai saja namun pengusaha juga," ucapnya.

Total lahan yang dibangun untuk pembuatan asrama santriwati dan perumahan para guru serta fasilitas pendukung, seluas 32.000 meter persegi.

Dibangun untuk perumahan guru sebanyak 500 meter persegi, dengan sejumlah rumah 40 unit dengan type 36, termasuk juga fasilitas umum seperti kolam dan taman.

Selain itu, Pesantren ini juga membuat dan memasarkan produk yang dikelola di pesantren itu, produk yang dikelola mereka seperti mie nusantara dengan bahan pokok sagu, Rokok Nusantara Sigaret, Kopi, Baju muslim, dan HSQUA air mineral.

"Pesantren Entrepreneur, bertujuan untuk para santri sehingga mereka keluar, akan menjadikan mandiri dan bisa membuka lapangan kerja sendiri dan orang lain," ujarnya.

KH Ahmad Ja’far Siddiq, berharap kedepannya, dengan adanya pesantren Entrepreneur ini bisa membantu masyarakat Bangka Belitung, dalam sektor perekonomian terutama dimasa pandemi covid-19 saat ini.

Dalam kegiatan itu turut hadir, Polres Pangkalpinang, Korem Garuda Jaya, Walikota Pangkalpinang, Kepala Cabang BTN, Sumsel Babel Syariah, Dansubdenpom, Direktur MDI, Biro Kesta Provinsi. (Bangkapos.com/Yuranda)

Penulis: Yuranda
Editor: eltjandring
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved