Breaking News:

Barita Pangkalpinang

Reiza Pratama Buang Spare Part Motor Curian Lantaran Takut Ditangkap Polisi

Takut ditangkap menjadi alasan terdakwa Reiza Pratama (21), membuang barang bukti sparepart sepeda motor yang telah ia preteli

Bangkapos.com
Suasana sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Selasa (15/09/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Takut ditangkap menjadi alasan terdakwa Reiza Pratama (21), membuang barang bukti sparepart sepeda motor yang telah ia preteli dari sepeda motor yang sebelumnya dia curi .

Hal ini terungkap saat terdakwa yang berada di tahanan Polres Pangkalpinang memberikan keterangannya melalui video telekonferens, kepada majelis hakim yang dipimpin oleh Corry Octarina, Selasa (15/9/2020).

Sebelumnya terdakwa Reiza yang merupakan warga Kelurahan Opas Indah, Kota Pangkalpinang diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan barang bukti satu unit sepeda motor, pada Sabtu (02/05/2020) di jalan Hundani, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang.

"Awal kejadiannya mau beli nasi pecel lele, terus lewat rumah korban saya lihat motor terus ngambil motor itu. Waktu itu gak dikunci stang jadi bisa saya dorong agak jauh dari rumah korban, terus saya utak-atik kabelnya biar motornya hidup," ujar terdakwa Reiza Pratama.

Namun usai berhasil menggasak sepeda motor hingga membongkar sparepart, terdakwa justru membuang sparepart tersebut ke kolong karena takut ditangkap anggota Polisi.

"Motor itu rencananya mau saya jual sparepartnya, tapi enggak jadi saya jual karena takut ketahuan. Motor itu saya bongkar, tapi saya takut jadinya saya buang ke kolong deket rumah," jelasnya.

Dalam sidang sebelumnya, JPU juga telah menghadirkan korban Andrian sebagai saksi dalam persidangan terhadap terdakwa Reiza Pratama.

"Motor hilang di teras rumah, tau hilang waktu bapak pulang dari masjid terus ngeliat motor udah gak ada. Motor itu gak saya kunci, karena bannya kempes. Kalau motor itu harganya sekitar Rp 15 juta, terus saat ditemukan polisi banyak sparepartnya yang gak ada," tutur saksi Andrian, Kamis (10/09/2020).

Sementara itu usai mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim pun menutup dan melanjutkan persidangan pada Kamis (17/09/2020) dengan agenda tuntutan. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: eltjandring
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved