Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Terbukti Lakukan Pencurian, Agus Pratama dan Rival Haikal Dihukum 8 Bulan Penjara

Majelis hakim PN Pangkalpinang menjatuhkan vonis delapan bulan penjara, terhadap terdakwa Agus Pratama dan Rival Haikal atas tindak pidana pencurian.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Suasana sidang putusan dengan terdakwa Agus Pratama, di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Selasa (15/09/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang menjatuhkan vonis delapan bulan penjara, terhadap terdakwa Agus Pratama (27) dan Rival Haikal (27) atas tindak pidana pencurian, Selasa (15/9/2020).

"Menyatakan terdakwa Agus dan Rival secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 363 ayat 1 ke 5 KUHP," kata ketua Majelis Hakim, Corry Octarina dalam sidang putusan melalui video telekonferens.

Keputusan majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta majelis hakim menghukum kedua terdakwa dengan hukuman 10 bulan penjara.

Keduanya ditangkap polisi usai melakukan aksi pencurian di Alun-alun Kota Pangkalpinang pada pada Rabu (3/6/2020).

Diketahui kedua terdakwa nekat menggasak satu unit handphone dan dompet, yang berada di dashboard depan sepeda motor yang terparkir.

Dalam sidang sebelumnya dengan agenda pemeriksaan saksi, JPU telah menghadirkan saksi dari anggota Polres Pangkalpinang, Novrial yang melakukan penangkapan terhadap kedua terdakwa.

"Kami mengamankan Agus di bukit Dealova lalu kami interogasi dia mengaku melakukan pencurian di alun-alun bersama Rival Haikal," kata saksi Novrial, Rabu (9/9/2020) lalu.

"Kami tahu Agus karena saat kejadian kami ke tempat kejadian perkara dan ada orang yang melihat ciri-ciri terdakwa Agus, lalu diketahui Agus juga ada menjual handphone," katanya lagi.

Selain itu dari keterangan saksi, diketahui terdakwa Agus sebelum perkara ini beberapa kali melakukan tindak pidana pencurian namun belum tertangkap ataupun masuk penjara.

Lebih lanjut usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim pun memberi kesempatan terdakwa Agus untuk memberikan keterangannya.

"Kami lihat handphone ada di dashboard motor depan, saya yang gonceng kalau yang lihat itu Rival. Terus kami menghampiri dan Rival langsung ngambil handphone sama dompetnya," tutur terdakwa Agus Pratama.

Selain itu diakui terdakwa Agus, uang hasil pencurian tersebut digunakan untuk membeli makanan rekan tongkrongannya.

"Setelah dapat di dompet ada uang terus saya beli nasi goreng, terus saya beliin kawan-kawan saya makan. Kalau handphone kami jual ke Ejak, terus dia jual ke Facebook dijual Rp 500 ribu. Hasil itu dibagi-bagi buat beli makan, minum, rokok buat nongkrong temen-temen," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: eltjandring
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved