Breaking News:

Berita Pangkalpinang

29 SMP/MTs di Pangkalpinang Jalani Verifikasi Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka

Sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka pada masa transisi nanti, pihak sekolah akan memanggil orang tua siswa untuk menyepakati bersama.

Bangkapos/Ira Kurniati
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi mengatakan, sebanyak 29 SMP/MTs negeri dan swasta di Pangkalpinang sudah sampai tahap verifikasi kesiapan sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka di masa pandemi Covid-19.

"Kita sudah survei ke sekolah langsung. Minggu ini sudah masuk ke verifikasi kesiapan semua sekolah bersama tim dari dinas kesehatan, tim gugus tugas, BNPB, apakah benar sekolah ini sudah siap," kata Eddy kepada Bangkapos.com, Rabu (16/9/2020).

Dia menambahkan, jika nanti verifikasi sudah selesai dan tidak ada kendala lagi, barulah semua sekolah tersebut siap menjalankan pembelajaran tatap muka. "Ini tahap terakhir," ucapnya.

"Setelah dari verifikasi ini kita lihat apakah masih ada yang kurang, kalau tidak, sekolah boleh jalan," ujar Eddy. "Kalau semua sudah siap, minggu depan atau bahkan minggu sekalinya lagi sudah bisa buka kembali (sekolah tatap muka--red), atau awal Oktober nanti, biar benar kita mantapkan dahulu persiapan ini," tuturnya.

Lebih lanjut, Eddy mengatakan, selama masa transisi nanti, satu kelas akan diisi maksimal 20 pelajar.

"Nanti jam-jamnya masih kita atur. Intinya maksimal 20 orang per kelasnya," katanya.

Terlepas dari itu, Eddy menyebut, perlu ada kesepakatan terlebih dahulu antara pihak sekolah dengan orang tua siswa.

Sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka pada masa transisi nanti, pihak sekolah akan memanggil orang tua siswa untuk menyepakati bersama.

"Yang penting nanti ada kesepakatan sekolah dengan komite. Jika nanti sudah ada kesepakatan, sekolah bisa langsung jalan nantinya," ujar Eddy.

Dia memastikan, meski ada orang tua yang tidak menyetujui pembelajaran tatap muka, sekolah tatap muka akan tetap dilaksanakan.

Yang tidak setuju silakan melakukan pembelajaran melalui daring, tidak ada paksaan.

"Dalam proses transisi itu, dia belum memenuhi target kurikulum. Nanti setelah AKB sudah pemenuhan kurikulum nanti Oktober ini belum pemenuhan kurikulum," kata Eddy. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: suhendri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved