Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Amri Tak Setuju Rencana Pungut Bayaran kepada Pasien Corona yang Dikarantina di Asrama Haji

Sejak awal pandemi coronavirus disease 2019, asrama haji memang diperuntukkan sebagai salah satu tempat karantina orang terpapar Covid-19.

Bangkapos.com/Muhammad Rizki
Wakil Ketua DPRD Provinsi Babel, Amri Cahyadi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Amri Cahyadi mengatakan, wacana pemanfaatan asrama haji sebagai tempat penampungan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bukanlah wacana baru.

Sejak awal pandemi coronavirus disease 2019, asrama haji memang diperuntukkan sebagai salah satu tempat karantina orang terpapar Covid-19.

"Memang pemanfaatannya kemarin belum maksimal dikarenakan balai karantina di BKPSDMD kan masih cukup, namun memang pada saatnya pasien yang dikarantina banyak, maka sesuai perencanaan asrama haji tempatnya," kata Amri di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2020).

Mengenai rencana Pemprov Babel memungut bayaran kepada pasien yang dikarantina dengan tujuan meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, Amri menegaskan, dirinya tidak setuju.

"Tidak ada masyarakat yang mau terkena Covid-19. Apakah ada jaminan yang terkena Covid-19 itu adalah orang yang tidak melaksanakan protokol. Pergub (peraturan gubernur) mengacu kepada inpres (instruksi presiden) itu untuk mendisiplinkan masyarakat agar melaksanakan protokol," ujarnya.

"Kemudian, saat masyarakat kita sudah ketat melaksanakan protokol Covid-19, apakah ada jaminan tidak akan terjangkit Covid-19? Kan belum tentu. Jadi tidak fair dong kalau misalkan dihukum hanya gara-gara tidak melaksanakan protokol," lanjut Amri.

Ia pun menanyakan apakah ada orang yang bisa membuktikan bahwa yang terinfeksi Covid-19 tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

Oleh karena itu, menurut dia, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan untuk membentengi diri dari penyebaran Covid-19 harus tetap dilakukan.

Namun, jika masih ada warga yang terpapar Covid-19, maka hal itu menjadi tanggung jawab daerah. 

"Kita (daerah) harus rawat dan karantina. Karantina ini kan tidak hanya merawat orang sakit, tetapi juga menjaga agar tidak menyebar supaya ada ketenangan di masyarakat kita yang lain, maka tanggung jawab ketenangan, kedamaian di masyarakat itu tanggung jawab negara, tanggung jawab daerah," tutur Amri.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rizki
Editor: suhendri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved